PedomanBengkulu.com, Bengkulu Kota — Komisi lll Dewan Perwakilan Wakil Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu mengelar rapat dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu diruang rapat DPRD Kota Bengkulu, Senin (7/10/2019).

Dalam hearing tersebut ada beberapa hal pokok yang menjadi pembahasan dan rekomendasi diantaranya yaitu meminta Dinas Koperasi dan UKM agar terus berinovasi program tahun 2020 agar mampu meningkatkan PAD.

Lalu kemudian, mengidentifikasi koperasi atau LKM yang aktif dan produktif agar dilakukan pengembangan atas program lembaga yang berwenang. Pembahasan selanjutnya mengenai pengawalan perda samisake untuk peningkatan produktifitas para pelaku usaha agar tidak terkendala dalam pengembalian pinjaman modal usaha.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Waka Komisi lll Dediyanto, kepada awak media disampaikannya bahwa ada peningkatan volume pada program dana bergulir samisake.

“Ada pengembangan volume usaha dari dana samisake yang semula 13 milyar saat pertama kali diluncurkan, kini data terakhir yang kami dapatkan pada 2019 pengembangan volume sudah mencapai 53,4 Milyar dengan penerima 10.400 penerima manfaat dikelola 58 LKM,” ungkap Dediyanto.

Masalah yang terjadi dengan macetnya beberapa pelaku usaha atas pengembalian modal maka nantinya akan dilakukan revisi perda samisake bagaima pemberian sanksi hukumnya.

“Masih masalah tentang pengembalian, maka akan dilakukan revisi perda bagaimana memberikan tindakan hukum. Namun kita belum sampai pada tahap kesana, masih mengutamakan pembinaan, edukasi, maksimalisasi dan penguatan usaha produktif,” ujar Dediyanto yang terus mendorong agar program samisake berjalan meningkatkab perekonomian masyarakat.

Hadir dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu yaitu Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu Hilda beserta jajaranya. [Yusuf]