PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong РSK (58) yang melakukan tindakan cabul terhadap Bunga 5 tahun (nama disamarkan) mengaku khilaf. Namun pihak penyidik tidak percaya begitu saja terhadap pelaku apalagi ia sempat beberapa kali diketahui  atau tertangkap warga disekitar lingkunganya mengintip warga yang sedang mandi. Hal ini diungkapkan Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika SIk melalu Kapolsek Bermani Ulu Ipda Singgih Wirastho.

“Kita masih melakukan pendalaman terkait tindakan percabulan yang dilakukan SK ini apakah masih ada korban lain atau hanya tidak. Dari hasil penyisikan yang kita lakukan ternyata SK ini beberapa kali diprogoki warga tengah mengintip warga yang tengah mandi,” ujar Kapolsek.

Ditambahkan Kapolsek, SK ini sebelum diamankan oleh polisi nyaris diamuk masa karena pebuatannya.

“Rumah SK ini sempat mau dibakar warga dan ia sendiri nyaris jadi bulan bulanan namun untungnya kita cepat datang dan mengamankan pelaku pencabulan ini,” kata Kapolsek.

SK sendiri pada saat pers Rilis yang dilakukan Polres Rejang Lebong, Selasa (15/10/2019), mengaku menyesal melakukan tindakan asusila tersebut. Ia tergiur melakukan pencabulan tersebut karena sudah lama menduda dan beberapa waktu lalu batal menikah.

“Saya khilaf pak. Saya minta maaf,” kata SK.

Sekedar mengigat, jajaran Polsek Bermani Ulu mengamankan SK 58 tahun karena melakukan tindakan cabul terhadap Bunga (nama disamarkan) usia 5 tahun tetangga pelaku sendiri. Tersangka diamankan pada Senin (14/10/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Kakek bejat tersebut saat ini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Diungkapkan Kapolsek, tindakan cabul yang dilakukan tersangka kepada korban sebanyak 4 kali. Korban ini sebelumnya sering bermain ke rumah pelaku yang mana posisi rumah korban dan pelaku bertetangga, dan pelaku sering memberi uang sebesar Rp.2000 sampai Rp.5000 rupiah selanjutnya pelaku melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak 4 Kali dengan waktu dan hari yang berbeda dan pertama kali dilakukan pada awal bulan Oktober,dan terakhir melakukan pada hari Minggu tanggal 13 Oktober 2019 sekira Pukul 12.30 Wib dirumah pelaku. Akibat tinkakanya tersebut, SK dijerat dengan UU No 35 Tahun 2014 ttg perubahan UU No 23 Tahun 2002 ttg Perlindungan Anak pasal 76E

“SK ini teancam penjara minimal 5 tahun dan maksima 15 tahun dengan denda Rp 5 miliar,” kata Kapolsek. [Julkifli Sembiring]