PedomanBengkulu.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menyidangkan tiga terdakwa kasus dugaan suap proyek Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2015 dan 2016 yakni Apip Kusnadi selaku PPK Irigasi dan Rawa II pada Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (Sakter PJPA) BWS Sumatera VII Bengkulu, M. Fauzi selaku Kasatker PJPA BWS Sumatera VII Bengkulu, dan Edi Junaidi selaku Kasatker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Sumatera VII Bengkulu di Pengadilan Negeri Bengkulu dengan agenda sidang perdana pembacaan dakwaan, setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu.

Panitera Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Bengkulu, Tutty Duale Hutabarat saat diwawancarai, Selasa (29/10/2019) mengatakan telah menerima berkas perkara tiga terdakwa tersebut dari KPK dan sidang sudah dijadwalkan oleh Ketua Majelis Hakim pada Senin 11 November 2019.

“Sidang di jadwalkan pada Senin 11 November 2019 mendatang,” kata Tutty Duale Hutabarat.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka diduga memberikan suap kepada Kepala Seksi (Kasie) III Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Parlin Purba terkait pengumpulan data atau bahan keterangan atas pelaksanaan proyek di BWS Sumatera VII Bengkulu tahun anggaran 2015-2016.

Fee tersebut dibagi ke sejumlah pihak sebesar 3 persen sebagai dana operasional yang terdiri dari 2 persen untuk operasional BWS Sumatera VII Bengkulu dan 1 persen untuk operasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) yang disetorkan kepada Kasubag TU. Sementara 3 persen lainnya terbagi atas 1 persen untuk kepentingan pribadi Kepala BWS Sumatera VII Bengkulu dan 2 persen untuk biaya atau fee keamanan aparat penegak hukum.

Atas perbuatannya mereka bertiga dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Taun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui, KPK pada 9 Juni 2017 lalu sudah
menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu Amin Anwari selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Sumatera VII Bengkulu, Murni Suhardi selaku Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto, dan Parlin Purba selaku Kasi Intel Kejati Bengkulu. Untuk tiga tersangka awal telah di vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu. Parlin Purba divonis 5 tahun dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan, Amin Anwari dan Murni Suhardi masing-masing divonis 2 tahun dan denda Rp50 juta subsider 4 bulan kurungan. [Anto]