Beranda Pendidikan Prodi Matematika IAIN Bengkulu Injeksi Sistem Pembelajaran Melalui Seminar

Prodi Matematika IAIN Bengkulu Injeksi Sistem Pembelajaran Melalui Seminar

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Untuk menginjeksi sistem pembelajaran matematika yang nalaria dan realistik, Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) Institut Agama Islam (IAIN) Bengkulu melalui Program Studi (Prodi) Tadris Matematika, gelar seminar dan pelatihan, Selasa (29/10) di Gedung Serbaguna IAIN Bengkulu.

Mengusung tema “Matematika Nalaria Realistik (MNR)”, seminar ini terlaksana atas kerjasama Prodi Tadris matematika IAIN Bengkulu dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor dan menghadirkan Taufiq Hidayat dari bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPM Bogor sebagai narasumber.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu, Dr. Zubaidi menuturkan, “kegiatan ini digelar dalam rangka untuk membekali para calon guru dari mahasiswa Prodi Tadris dengan kemampuan mengajarkan matematika dengan cara pengajaran realistik. Serta meng-upgrade metodologi pembelajaran para guru SD, SMP se-Kota Bengkulu yang hadir saat ini.” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, kegiatan ini memiliki tujuan agar para guru nanti bisa mengajarkan matematika yang mudah, efektif dan bermakna. Sehingga mendorong siswa mempelajari matematika dengan motivasi yang tinggi, karena bisa digunakan dalam kehidupan yang realistik sehari-hari.

Ditanya soal kurikulum pengajaran matematika di Prodi Matematika, Zubaidi mengaku selama ini memang kurikulum IAIN Bengkulu sudah disesuaikan dengan standar pembelajaran yang ada didalam metodologi yang berlaku. Namun menurutnya perlu diperkaya dengan model-model pembelajaran yang baru.

Menurutnya, metode pembelajaran MNR  didirikan oleh KBM Bogor, yang intensif serius mengadakan pelatihan bagaimana mengajarkan matematika realistik dengan menggunakan peristiwa-peristiwa yang nyata. Dengan target agar ana-anak tau makna matematika itu. Belajar pecahan, presentase, menjumlah, bukan sekedar paham hitung-hitungan memecahkan soal tapi tidak tau gunanya.

Spesifiknya ia menguraikan, pada dasarnya banyak kehidupan yang perlu didasarkan dengan nilai-nilai matematika. Padahal matematika juga mengajarkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keuletan. Dan sekarang ini ia menilai masih belum menjadi kesadaran ketika belajar matematika. Sehingga anak-anak belajar matematika dengan rasa senang, mudah, terhindar dari pikiran matematika itu berat, rumit dan memusingkan kepala.

dilain sisi, Kepala Prodi Tadris Matematika, Fatrima Santri Syafri, M.Pd berharap, dengan terselenggaranya kegiatan ini agar terjalin kerjasama yang baik kedepannya.

“Semoga kerjasama kegiatan ini dapat kontinyu kedepan dan pembuka jalan untuk me-regenerasi pengajar MCB berikutnya,” tutup Fatrima.[Nurhas]