PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Beredarnya surat dukungan politik PW Muhammadiyah Bengkulu yang ditujukan kepada DPP PAN mendapat tanggapan serius dari kader muda Muhammadiyah Bengkulu Evi Kusnandar. Ia menyayangkan surat tersebut sampai beredar ke publik karena menyangkut hubungan baik Muhammadiyah dan PAN.

“Pertama kalau surat itu benar, saya melihat dalam krangka politik kebangsaan PAN dan PW Muhammadiyah gagal menjaga hubungan emosional, seharunsya PAN sebagai partai yang dilahirkan dari rahim Muhammadiyah hal-hal seperti itu harus dijaga agar hubungan PAN dan Muhammadiyah tetap harmonis,” kata Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Bengkulu itu, Jumat, (25/10/2019).

Tersebarnya surat tersebut menurut Evi, sangat menggangu mazhab politik kebangsaan yang dianut segenap warga Muhammadiyah karena sejak awal Muhammadiyah memegang teguh prinsip politik tingkat tinggi (high politic). Ia menduga tidak mungkin surat tersebut beredar luas ke publik kalau bukan bersumber dari pihak-pihak yang ingin menjatuhkan marwah Muhammadiyah.

“Jadi logikanya begini, itu kan surat sifatnya rahasia yang dikeluarkan PW Muhammadiyah ditujukan kepada DPP PAN, terus beredar ke masyarakat, sekarang kalau saya balik tanya siapa yang menyebarluaskan? Kalau Muhammadiyah saya kira tidak mungkin. Jadi Saya menyimpulkan keduabelah pihak gagal menjamin kenyamanan hubungan emosional antara PAN secara keorganisasian dan Muhammadiyah secara keorganisasian, jadi penyebarnya harus bertanggungjawab” jelas Evi.

Kedua yang tidak kalah penting menurut Evi, PW Muhammadiyah terlalu ceroboh dan gegabah karena surat yang bersifat rahasia organisasi bisa beredar luas ditengah publik.“PW Muhammadiyah harus mampu menjelaskan, kasih klarifikasi ke masyarakat karena ini menyangkut marwah keluarga besar Muhammadiyah, ini kegagalan teknis dalam mengelolah organisasi, saya tidak mempersoalkan konten surat tapi cara yang dilakukan pengurus PWM tidak benar,” kata Evi.

Ia meminta PP Muhammadiyah melakukan evaluasi terhadap kepengurusan PW Muhammadiyah Bengkulu “PP Muhammadiyah harus evaluasi, Saya kira hal-hal seperti ini sangat menjatuhkan harkat dan martabat Muhammadiyah terutama di Bengkulu. Saya yakin Pak Gubernur Rohidin selaku kader Muhammadiyah juga tidak setuju dengan cara-cara seperti ini,” ujarnya.

Terakhir Evi meminta kepada pengurus PAN agar jangan memakai bahasa satire yang seolah-olah ingin menyudutkan organisasi Muhammadiyah.

“Ada pengurus PAN yang mempertanyakan KTA Pak Rohidin, seolah-olah Muhammadiyah ini organisasi kemaren sore, Pak Rohidin jelas kader Muhammadiyah beliau mantan Ketua PDM Bengkulu Selatan, saat ini pak Rohidin juga menjabat wakil Ketua PWM, untuk menjadi unsur pimpinan di Muhammadiyah wajib punya NBM (Nomor Baku Muhammadiyah) dan NBM itu tertera di KTA, jadi clear. Saya minta jangan nambah-nambah masalah kecuali yang ngomong itu tidak paham masalah,” jelas Evi.

PAN Tanggapi Surat Muhammadiyah

Sebelumnya Wakil Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN)  Dempo Xler saat ditemui di DPRD Provinsi Bengkulu mengatakan belum mengetahui persis terkait surat PW Muhammadiyah yang ditujukan kepada DPP PAN.

“Memang saya baru baca dibeberapa medsos PW Muhammadiyah dan Aisyiyah mengirim surat ke DPP PAN yang intinya meminta untuk mengusung pak Rohidin, pertama inikan hak internal mereka sebagai ormas saya nggak bisa ikut campur kaitannya dengan PAN Muhammadiyah itu orang tua PAN, PAN lahir dari rahim Muhammadiyah, PAN lahir dari Kader Muhammadiyah kita hormati itu apapun alasannya inikan bagus untuk pak Rohidin,” kata Dempo.

Alangkah baiknya, lanjut Dempo, kalau pak Rohidin tidak hanya diusung oleh ormas Muhammadiyah tetapi juga dari beberapa Ormas seperti NU dan Walubi.

“Kalau memang Rohidin didukung oleh beberapa ormas bagus juga dong, apalagi misalnya ada NU juga Walubi publikasikan juga artinya jangan cuma Muhammadiyah”

Dempo juga mempertanyakan mengenai keanggotaan Rohidin di Muhammadiyah. “Saya belum pernah lihat KTA beliau, mungkin dia punya hubungan khususlah dengan Muhammadiyah” ungkap Dempo. [STW]