PedomanBengkulu.com, Seluma – Akses jalan ke Desa Simpang, Kecamatan Seluma Utara sudah bertahun tahun sulit dilalui. Tak hanya kondisi jalan berbatu bercampur tanah, jembatan penghubung desa juga tidak ada. Akibatnya warga terpaksa melintasi arus sungai, menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, ataupun jalan kaki.

Dalam kondisi normal, tinggi air sungai yang berbatu, mencapai betis orang dewasa.

“Kami seperti inilah dari dulu pak, mau lewat jembatan tidak ada, harus menyebrang sungai,” ujar salah satu warga yang melintas.

Sementara itu kepala Desa Simpang, Aldi Jaya mengatakan pihaknya sudah lama meminta bantuan.

“Harapan kami pihak Pemda bisa membangun jembatan. Karena jembatan gantung yang ada, kondisinya rusak dan rapuh, bahaya untuk dilintasi” jelas Aldi Jaya.

Diketahui tercatat ada 170 lebih kepala keluarga yang tinggal di Desa Simpang. Mayoritas warga, sehari-harinya bekerja sebagai petani kelapa sawit. [IT2006]