PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terdakwa dugaan pembunuhan Sukirman Warga Padang Burnai Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yakni Iryan Pratama dituntut 14 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu pada sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu belum lama ini.

Ketua Tim JPU Kejari Bengkulu Dedy Abdurrachman SH, saat diwawancarai di Kantor Kejari Bengkulu, Kamis (10/10/2019) mengatakan yang menjadi dasar tuntutan penjara 14 tahun penjara terhadap terdakwa adalah Pasal yang dilanggar oleh terdakwa yakni Pasal 338 KUHP.

“Di Pasal itu ancamannya 15 tahun penjara. Itulah yang menjadi dasar kami untuk melakukan penuntutan, bahwa memang terbukti sengaja menghilangkan atau merampas nyawa orang lain,” jelas Dedy Abdurrachman.

Dedy Abdurrachman, sidang selanjutnya akan dilaksanakan dengan agenda pledoi atau pembelaan dan setelah itu sidang vonis akan dilaksanakan.

Seperti dilansir sebelumnya, dugaan pembunuhan ini terjadi di gudang Penggilingan Jagung di Jalan Hibrida 13 Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Ketika itu tersangka dan korban bersama saksi berada di gudang Penggilingan Jagung, pada saat itu tersangka kehilangan motor dan pelaku curiga kalau korban yang telah mengambil sepeda motor miliknya tersebut.

Kemudian, tersangka meminta korban untuk mengembalikan sepeda motornya dengan berkata “Supir balikkanlah motor aku tuh” kemudian korban menjawab “Kau nuduh aku ya” lantaran diduga korban tersinggung dengan ucapan tuduhan tersangka, korban lantas berdiri dan mendekati tersangka kemudian langsung memukul wajah tersangka.

Tersangka membalas pukulan korban namun korban menghindar, setelah itu tersangka menendang korban hingga korban terjatuh, saat itu juga tersangka mengambil pisau yang berada dekat pintu gudang penggilingan jagung dengan menggunakan tangan kanannya tersangka berdiri mengangkat pisau lalu mengarahkan pisau tersebut kearah korban dan menusuk punggung korban sebelah kanan.

Setelah itu korban dan tersangka masih berkelahi dan korban masih melakukan perlawanan dengan cara memukul pelaku sehingga pelaku semakin nekad dan menusuk korban dibagian punggung, bagian bahu sehingga korban kelihatan lemas dan terlentang dilantai.

Pada saat korban terlentang dilantai kemudian pelaku menendang dan menginjak paha korban sambil berkata “Ngakulah siapa yang ngambil motor aku” kemudian korban menjawab “Ya aku suruh (red) ngambil motor kamu”. Setelah itu tersangka pergi meninggalkan korban.

Diketahui, dalam kasus ini terdakwa memiliki itikad baik yaitu menyerahkan diri ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. [Anto]