PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terpidana korupsi atas nama Hanaldin yang merupakan mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) melalui pihak keluarga menyetorkan uang subsider ke jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Rabu (9/10/2019).

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan melalui Kasi Pidsus Kejari Oktalian Darmawan mengatakan, berdasarkan putusan Pengadilan, terpidana tersebut dihukum dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda 100 juta rupiah subsider 1 bulan kurungan.

“Jadi terpidana melalui pihak keluarga tadi menyetorkan uang subsider atau denda sebesar Rp100 juta ke kita ditambah dengan biaya perkara lima ribu rupiah. Uang tersebut langsung kita setorkan ke kas negara,” kata Oktalian.

Dilansir sebelumnya, terpidana tersebut terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Saber Pungli Polda Bengkulu beberapa waktu lalu. Terpidana diduga telah melakukan tindak pidana korupsi. Terpidana diduga memanfaatkan kewenangannya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Benteng dengan meminta sejumlah uang kepada Kepala Dinas Kesehatan Benteng, yaitu berkaitan dengan pekerjaan yang ada di Dinas Kesehatan tahun 2018 lalu. Saat itu terpidana diberikan uang oleh korban sebanyak tiga kali, pemberian awal sekitar bulan Mei 20 juta, yang kedua 28 Desember 2018, 10 juta, dan yang ketiga 8 Januari 2019 sebesar Rp10 juta, kemudian di tangkap tim Polda Bengkulu.[Anto]