PedomanBengkulu.com, Seluma – Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma melakukan pemeriksaan internal, terhadap kasus dugaan asusila guru insial S-H, terhadap siswi di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sukaraja.

Tim pengawas dari Dispendik Seluma telah diturunkan, untuk mencari tahu secara lengkap, dan penyebab terjadinya tindakan asusila yang menimpa siswi SD berusia 9 tahun tersebut.

“Sudah diperintahkan untuk menelusuri keadaan yang sebenarnya. kami masih mencari informasi baik dari kabid dan UPTD,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma, Mirin Ajib.

Mirin Ajib mengatakan, untuk saat ini Dispendik sudah memberikan sanksi, berupa penahanan tunjangan.

“Tunjangan masih kita tahan dulu, sepanjang masih menjalani proses hukum kita tahan dulu,” jelas Mirin.

Jika guru SH sudah dinyatakan terbukti bersalah, Dispendik akan menyiapkan sanksi lanjutan.

“Nanti kita beri sanksi, mungkin jabatannya kita copot, kalau terbukti nanti bisa kita pecat” jelas Mirin.

Dispendik Seluma menyatakan, akan terus berupaya membangun suasana dunia pendidikan yang ramah anak, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan seksual.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban yang masih berusia 9 tahun, mendapat perlakuan tidak senonoh dari pelaku yang merupakan guru, saat dibawa ke ruang usaha kesehatan sekolah (UKS) karena sakit. Bukan kali pertama, korban juga mendapat tindakan serupa pada bulan Juli 2019.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku sudah melakukan perbuatannya sebanyak dua kali. Sebelumnya pernah dilakukan bulan juli 2019 lalu” jelas Kasat Reskrim Polres Seluma, AKP Rizka Fadillah.

Pelaku dikenakan Pasal 76 E junto Pasal 82 ayat (1) dan (2) UU RI No 35 Thn 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak junto Pasal 64 KUHP. Ancaman pidana maksimal 15 tahun ditambah 1/3 karena merupakan tenaga pendidik.[IT2006]