PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani, menekankan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih terkendala permasalahan klasik, sehingga harus lebih dioptimalkan. Hal ini diungkapkannya saat membuka kegiatan Seminar Nasional Srategi Manajemen Bisnis Usaha UMKM Bangkit dan Berdaya, Magister Manajemen Universitas Bengkulu.

Yuliswani mengatakan UMKM jelas telah teruji dan bisa menjadi pondasi perekonomian di Indonesia. Kedepan diharapkan UMKM Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu bisa terus bersaing di tengah kemajuan zaman dan teknologi.

“Kita mengharapkan bahwa UMKM bisa terus maju ditengah dua permasalahan klasik, yaitu terkait modal dan pemasaran. Terhadap peran penting UMKM inilah, Pemprov Bengkulu akan terus berupaya meningkatkan pembinaan dan dukungan bersama instansi teknis terkait lainnya,” kata Yuliswani di Ruang Pola Provinsi Bengkulu, Senin (14/10/2019).

Senada, Dwi Oktarini selaku ketua panitia pelaksana Seminar Nasional menjelaskan bahwa, dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan para pelaku UMKM yang ada di Provinsi Bengkulu selalu memiliki semangat juang sehingga tidak mudah menyerah menghadapi permasalahan bisnis yang ada dan sebagai pelaku UMKM diharapkan selalu mempunyai sikap baik dan berfikir positif.

“Sikap dan prilaku yang positif selalu kita utamakan dan terus didukung Pemprov Bengkulu, maka tidak menutup kemungkinan pelaku UMKM akan segera naik kelas dari usaha kecil menjadi usaha menengah dan bahkan menjadi usaha besar,” jelas Dwi Oktarini.

Dwi menambahkan, kita tahu bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu selalu mendukung dan mengoptimalkan pembinaan UMKM yang ada di Provinsi Bengkulu.

Pada pelaksanaan Seminar Nasional tersebut, tampak hadir Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Septi Yuslina dan Ketua IWAPI Bengkulu Trisna Anggraini sebagai narasumber dalam seminar nasional.[Mario]