Pedomanbengkulu.com Rejang Lebong – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rejang Lebong, Sabtu (30/11/2019) sekitar pukul 17:00 WIB menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Rejang Lebong (RL) untuk tahun 2020 sebesar RP 1,224 triliun lebih.

Dari tujuh fraksi di DPRD Rejang Lebong, setuju APBD RL tersebut disahkan meskipun memberikan catatan. Rapat Pengesahan APBD RL tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Rejang Lebong, Mahdi Husen SH didampingi Wakil ketua I, Surya ST dan dihadiri oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, H Iqbal Bastari MPd, Unsur Porkompimnda dan jajaran pejabat Pemda Rejang Lebong.

Juru bicara Badan Anggaran DPRD Rejang Lebong Wahono, SP sebelum APBD RL tersebut disahkan menjadi APBD menyampaikan bahwa, untuk tahun 2020, Pendapatan Daerah Senilai RP 1,153 triliun, yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah RP 91 Miliar 721 juta atau setara dengan 7,95 persen dari total pendapatan. PAD tersebut sebesar Rp 46 Miliar merupakan pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Curup, sedangkan PAD murni hanya Rp45 miliar.

“Di tahun 2020, kita mendapatkan dana perimbangan sebesar Rp838 miliar, lain lain pendapatan daerah yang sah senilai Rp 228 miliar dan dana Hibah senilia Rp 43 miliar, Bagi Hasil pajak dari Provinsi Rp 51 Miliar dan Dana Insentif Daerah Rp 19 Miliar 234 Juta dan Dana Desa Rp 114 miliar 500 Juta. Untuk dana bagi Hasil pajak dari Provinsi, Untuk tahun 2020 ini kita coba naikan lebih dari 100 persen, dalam sejarah Rejang lebong untuk dana bagi hasil pajak provinsi ini paling tinggi Rp 25 miliar,” kata Wahono.

Ditambahkan Wahono, untuk belanja daerah tahun 2020 dianggarakan Rp 1.224 triliun, dana tersebut sebesar Rp 681 miliar 800 juta digunakan untuk belanja tidak langsung atau sebesar 55 persen dari total pendapatan daerah. Di tahun 2020 juga dianggaran tambahan penghasilan pegawai sebesar RP 37 miliar untuk 12 bulan dan dana hibah Sebesar RP 44 Miliar. Alokasi Dana Desa dianggarakan sebesar Rp 61 miliar 540 juta, Dana Desa sebesa Rp 114 miliar dan Dana kelurahan sebesar Rp 12 miliar 400 juta.

“Dari pendapatan dan belanja yang kita anggarankan di tahun 2020 ini terjadi Defisit sebesar Rp 76 miliar 661 Juta. Dalam sejaran Rejang Lebong angka defisit yang kita anggarkan ini merupakan yang terbesar, kalau secara aturan Devisit yang diperbolehkan hanya 3,75 persen atau setara dengan Rp 43 miliar 200 juta. Namun kita yakin dengan adanya penghematan anggaran dan adanya pendapatan pendapatan lainya Defisit anggaran ini bisa ditutup,” kata Wahono. [Julkifli Sembiring]