PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Sejak dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Jaksa oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) pada tanggal 11 November 2019. Peserta yang mendaftar CPNS di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terus berdatangan.

Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Bengkulu Tri Ari Mulyanto saat dikonfirmasi, Minggu (24/11/2019) mengatakan, pendaftaran pada hari pertama peserta yang mendaftar sebanyak 28 orang dan yang tidak lolos satu orang. Kemudian dihari kedua 47 orang pendaftar. Pihaknya menilai di awal pembukaan, kemungkinan masih banyak yang mencari-cari formasi yang dikehendaki.

“Animonya sudah cukup tinggi, cuma belum saja melakukan verifikasi berkas karena pembukaannya sampai tanggal 6 Desember 2019,” ujar Tri Ari Mulyanto.

Tri Ari Mulyanto untuk formasi CPNS seluruh Kejaksaan sebanyak 5203 pegawai. Formasi SMA/sederajat untuk pengawal tahanan dan Jaksa pengemudi pengawal dengan jumlah masing-masing 1000 jaksa, untuk jaksa sekitar 956 orang. Selebihnya tenaga kesehatan dan pengawal barang bukti dan lainnya. Sedangkan untuk jaksa di Provinsi Bengkulu sendiri untuk formasinya nanti menunggu penetapan dari pusat. Kriteria untuk menjadi seorang jaksa, kata Tri Ari Mulyanto, harus memiliki Sumberdaya Manusia yang unggul dan kualifikasi mampu bekerja. Kejaksaan Agung mensyaratkan CPNS tidak memiliki kelainan orientasi seksual atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

“Tidak boleh bertindik, sesuai dengan yang ada di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Cuma untuk disfabilitas ada kekhususannya,” jelas Tri Ari Mulyanto.

Tri Ari Mulyanto menambahkan bagi putra-putri Provinsi Bengkulu yang ingin bergabung sebagai insan Adhiyaksa untuk mendaftar di Kantor Kejati Bengkulu. Lebih cepat mendaftar lebih baik, jangan mendaftar mepet dengan penutupan.

Sementara itu, Nurul pelamar CPNS Kejaksaan mengatakan tujuan utamanya mencalon sebagai CPNS untuk membahagiakan kedua orangtua, dan menjadi PNS merupakan cita-citanya sejak dulu.

“Untuk menjadi Jaksa mau sih, ini daftar formasi pengawal tahanan. Tahun kemaren udah buka terus gak bisa daftar karena kekurangan sertifikat beladiri. Jadi kemaren di tahun 2018 saya latihan beladiri dan tahun ini ternyata ada buka lagi CPNS jaksa alhamdulillah semoga saja dapat masuk,” ucap Nurul.

Data terhimpun, di Kejaksaan Agung Republik Indonesia jumlah Jaksa ahli pratama mencapai 996 jaksa, disusul Jaksa pengolah data perkara dan putusan mencapai 569 Jaksa. Formasi tersebut merupakan lulusan D3 komputer, administrasi, pemerintahan, manajemen, sekretaris, perkantoran, dan komputer pranata, jaksa barang bukti dengan kuota 720 jaksa. [Anto]