PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat seperti penyediaan akses informasi pasar modal, klinik investasi dan pusat informasi go public. Salah satu upaya tersebut yakni BEI merelokasi kantor perwakilannya di Bengkulu yang sebelumnya berada di Jalan Jend. Sudirman no.219B ke Jalan Asahan No.18 Kota Bengkulu. Dengan relokasi kantor tersebut maka diharapkan dapat lebih luas menjangkau berbagai kalangan masyarakat, mulai dari para pegawai negeri, pegawai swasta, pengusaha hingga kepada mahasiswa kaum millenial.

Kantor Perwakilan (KP) BEI Bengkulu resmi pindah dan mulai beroperasi normal sejak tanggal 01 Oktober 2019, namun peresmian gedung kantor baru diadakan setelah tahap renovasi sudah selesai 100% yaitu pada Selasa kemarin 05 November 2019. Selain itu KP BEI Bengkulu juga rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pengembangan Pasar Modal di seluruh Indonesia. Salah satu caranya adalah melalui pendirian Galeri Investasi (GI) BEI di STIA Bengkulu di Provinsi Bengkulu yang juga dilaksanakan pada hari yang sama peresmian gedung kantor baru KP BEI Bengkulu.

Peresmian GI BEI STIA Bengkulu diadakan di Aula Kmapus STIA Bengkulu pada pagi hari yang kemudian dilanjutkan pada siang harinya dengan agenda peresmian gedung kantor baru BEI KP Bengkulu di gedung kantor KP BEI Bengkulu Jl. Asahan no.18, Padang Harapan, Kota Bengkulu.Galeri Investasi ini merupakan kerjasama 3 pihak antara BEI, STIA Bengkulu dan MNC Sekuritas yang bertujuan untuk mengenalkan Pasar Modal sejak dini dalam dunia akademis. Galeri Investasi BEI STIA Bengkulu ini merupakan galeri investasi yang ke-349 di seluruh indonesia dan merupakan yang ke-7 di Provinsi Bengkulu.

Acara peresmian GI BEI STIA Bengkulu ini dihadiri oleh perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, dan Direktur Utama PT MNC Sekuritas Susy Meilina pada Selasa (05/11). Pendirian GI BEI STIA Bengkulu ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan investasi di pasar modal kepada mahasiswa, pemerintah daerah, instansi, asosiasi profesi, dan masyarakat di Kota Bengkulu.

Selain itu, pendirian GI ini juga didasarkan pada masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi tentang produk investasi yang legal dimasyarakat. Hal ini menyebabkan produk-produk investasi ilegal/bodong masih kerap beredar dan memakan korban. Dengan hadirnya GI ini kedepan akan dilakukan sosialisasi dan edukasi secara kontinyu sehingga dapat menekan peredaran investasi bodong kepada masyarakat. Sampai dengan akhir September 2019 jumlah investor pasar modal di Provinsi Bengkulu telah mencapai 4,891. Angka ini tumbuh 38% year to date jika dibandingkan dengan jumlah investor pada awal tahun 2019.

Melalui peresmian gedung kantor baru KP BEI Bengkulu serta pendirian GI BEI STIA Bengkulu diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor, serta mendorong masyarakat setempat untuk memanfaatkan Pasar Modal sebagai sarana investasi jangka panjang serta sarana untuk pendanaan jangka panjang bagi pengusaha. Potensi pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Kota Bengkulu dan kota-kota di sekitarnya ke depannya akan cukup besar seiring dengan potensi ekonomi yang dimiliki oleh Provinsi bengkulu.[Nurhas]