PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Bengkulu memiliki garis pantai sejauh 525 kilometer yang merupakan provinsi dengan garis pantai terpanjang se-Indonesia. Daerah ini memiliki dua jenis tuna bernilai mahal yang diminati masyarakat dunia, yaitu tuna sirip kuning dan tuna mata besar.

Berdasarkan hasil riset sejumlah dosen dan mahasiswa di Kabupaten Kaur. Ada potensi tuna sekitar 23 ribu ton per tahun hingga 32 ribu ton per tahun. Dari jumlah itu hanya 64 ton mampu diambil oleh nelayan.

Anggota Komite II DPD RI Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, selama ini nelayan di Bengkulu tidak dapat berbuat banyak karena kendali ekspor tuna dipegang Sumatra Barat. Pemerintah perlu membangun industri tuna dan lisensi ekspor di Bengkulu.

“Melihat Bengkulu yang mempunyai garis pantai terpanjang di Indonesia dan potensi ikan tuna yang besar, maka kita sangat memerlukan industri yang memiliki lisensi ekspor,” tutur Riri Damayanti kepada media, Kamis (28/11/2019).

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini mengatakan, potensi tersebut sejalan dengan program pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim di dunia.

Oleh karena itu, Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menilai, pemerintah perlu untuk menguatkan kemaritiman dan memaksimalkan laut yang ada.

“Sejauh ini penguatan kemaritiman yang dilakukan pemerintah baru sebatas kebijakan, belum mengarah kepada implementasi. Karena itu, pemerintah masih harus terus didorong agar dapat memaksimalkan potensi laut,” ungkap Riri Damayanti.

Senator Termuda ini menyebutkan, saat ini sangatlah penting menumbuhkan paradigma bahwa nelayan adalah faktor krusial untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara Poros Maritim Dunia. Dan salah satu tujuan dari Poros Maritim Dunia adalah menciptakan kesejahteraan bagi nelayan di seluruh Indonesia yang memanfaatkan kekayaan bahari Indonesia sebagai mata pencarian.

“Bengkulu harus bisa menjawab potensi yang belum termanfaatkan dengan baik ini, agar Bengkulu semakin maju dan sejahtera, sehingga tidak menutup kemungkinan, Bengkulu akan setara dengan provinsi lainnya,” demikian Riri Damayanti. [Medi Muamar]