Pedomanbengkulu.com, Seluma – Enam desa di Kabupaten Seluma, yakni Desa Padang Capo Ilir, Sekalak, Muara Simpur, Pagar, Napalan, dan Rena Gajah Mati diketahui belum sama sekali membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tiga desa lagi yakni Talang Kebun, Talang Beringin, dan Gunung Kembang Baru diketahui saat ini sudah membayar sebesar 0,4 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhani mengatakan, desa yang warganya tidak membayar PBB, dapat berimbas pada penundaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahap ketiga.

“Kalau pembayarannya masih nol persen, ini menunjukkan tidak ada keseriuasan pemerintah desa. Sesuai dengan aturan yang ada, desa yang masih nol persen, maka mau tidak mau akan dilakukan penundaan pencairan ADD,” jelas Deddy Ramdhani, Kamis (07/11/2019).

Bupati Seluma, Bundra Jaya mengaku menyayangkan adanya 6 desa yang setoran pembayaran PBB nya nol persen. Desa tersebut diminta mengikuti langkah desa lain yang pembayaran PBB lunas.

“Dari 182 desa ada enam desa yang belum setor pajak, kan malu. (Padahal) besarannya tidak terlalu besar,” jelas Bundra Jaya.

Bundra menambahkan, Kepala desa harus pro aktif dalam mengumpulkan pembayaran pajak bumi dan bangunan, dan harus mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat membayar pajak.

“Kades harus bisa door to door, sadar enggak mereka membayar pajak, karena itu kepentingan mereka sendiri, bukan untuk orang lain,” jelas Bundra Jaya.

Bundra Jaya meminta Camat dan Kades dapat berupaya, agar setoran pajak bumi dan bangunan dapat dilunasi sampai akhir tahun ini. [IT2006]