Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Paska pemerintah Pusat menaikan iuran BPJS tehitung mulai tahun 2020, Dinas Kesehatan Rejang Lebong mengajukan Anggaran senilai RP 19 miliar dalam rencana APBD Rejang Lebong tahun 2020. Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk pembayaran Iuran BPJS warga Rejang Lebong yang ditanggulangi oleh Pemerintah daerah. Hal ini diungkapkan langsung Kepala Dinas Kesehatan Syamsir, ditahun 2019 ini anggaran BPJS Rejang Lebong senilari RP 11 Miliar untuk 25000 peserta BPJS yang ditanggung Pemda.

“Untuk tahun 2020, anggaran BPJS ini terpaksa kita naikan karena adanya kenaikan iuran kepesertaan, ditambah memang kita juga mengajukan penambahan kepesertaan dari awal sebanyak 25000 menjadi 28000 ditahun 2020. Kenaikan kepesertaan ini juga sebenarnya masih belum seluruhnya tertampung, idealnya sekitar 4000 orang lagi namun untuk awal kita naikan kurang lebih 2900,” kata Syamsir, Jumat (1/11/2019).

Ditambahkan Syamsir, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, terdapat beberapa perubahan penyesuaian iuran Kategori Peserta Bantuan Iuran (PBI). Peserta PBI yang ditanggung oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp42.000, berlaku 1 Agustus 2019. Peserta PBI yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah mendapat bantuan pendanaan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 19.000,- per orang per bulan untuk bulan pelayanan 1 Agustus – 31 Desember 2019

“Awalnya Iuran PBI yang kita tanggung Rp 2.300 ribu sedangkan sebesar Rp 2.500 ditanggung pemerintah Pusat. Nah sekarang Iuran tersebut naik menjadi Rp 42 ribu dan ini semuanya ditanggung daerah. Sebenarnya berdasarkan aturan tersebut, kenaikan Iuran sudah dilakukan pada 1 Agustus 2019. Namun kita masih mendapatkan bantuan pendanaan Rp 19000 dari pemerintah pusat hingga akhir tahun 2019,” kata Syamsir. [Julkifli Sembiring]