Melihat Maraknya kasus Pernikahan dini yang terjadi di kalangan remaja menjadi sebuah perhatian khusus. Pada saat ini, Indonesia berada pada peringkat ke-7 dengan Angka Pernikahan Dini tertinggi di Dunia.

Hal ini tentu bukanlah suatu peringkat yang menjadi sebuah prestasi untuk dapat dibanggakan, akan tetapi ini menjadi sebuah polemik dan sorotan bagi para remaja yang kelaknya akan menjadi Generasi Penerus Bangsa. Di Provinsi Bengkulu sendiri, angka Pernikahan Dini menduduki urutan ke-12 seIndonesia.

TIODORA AYUDIA NOVITA SIPAKKAR, seorang pelajar SMA NEGERI 10 Kota Bengkulu yang merupakan Duta Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Bengkulu Tahun 2019, memberikan sebuah inovasi untuk membantu upaya Pemerintah dalam menurunkan angka Pernikahan Dini yang terjadi dikalangan remaja terkhusus di daerah Provinsi Bengkulu.

Tiodora Ayudia menjelaskan program yang dimaksud adalah sebuah GenRe KIT atau sebuah permainan edukasi bernama “Balok Vertikal GenRe (Baver GenRe)” bagi remaja dalam mengetahui program-program Generasi Berencana dan mengajak para remaja untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai Kesehatan Reproduksi, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), dampak dan akibat dari Pernikahan Dini, serta menyebarkan virus-virus GenRe.

Program ini dilatarbelakangi dengan banyaknya Kasus atau permasalahan remaja yang ada di Bengkulu, seperti Seks Bebas, NAPZA (Narkoba), dan berbagai permasalahan remaja lainnnya yang terjadi di Bengkulu.

“Program ini juga dilatarbelakangi dengan maraknya Kasus Pernikahan dibawah umur yang mana menempatkan Provinsi Bengkulu berada pada peringkat ke 12 di Indonesia,” ujar Tiodora.

Kondisi Organ Reproduksi pada remaja putri dibawah usia 21 tahun belum mencapai usia kematangan yang sempurna sehingga belum mampu memproduksi ataupun melakukan proses persalinan, sehingga dapat beresiko mengalami masalah kesehatan reproduksi seperti kanker leher rahim, keguguran(aborsi) bahkan kematian bagi bayi dan juga remaja putri itu sendiri.

Dr. HASTO WARDOYO,Sp.OG(K), Kepala Badan Kepndudukan dan Keluarga Berencana Nasional dan merupakan seorang dokter mengungkap spesialis bahwa, ukuran rahim pada remaja putri dibawah 21 tahun belum cukup untuk melakukan proses persalinan. “Ukuran mulut rahim remaja Putri di bawah 21 tahun baru berukuran sekitar 7 cm, sedangkan diameter kepala bayi berkisar kurang lebih 10 cm,” ungkap dr. Hasto Wardoyo,Sp.OG(K).

Tiodora mengungkapkan bahwa melalui baver GenRe ini bisa memberikan pemahaman kepada remaja terkait akibat maupun dampak dari Pernikahan Dini itu sendiri sehingga remaja mampu Menyiapkan Kehidupan Berkeluarga nya dengan menjaga Kesehatan Reproduksi. Dan juga bisa menyebarkan informasi-informasi mengenai permasalahan remaja yang ada di Provinsi Bengkulu yang nantinya dapat berdampak positif bagi remaja Bengkulu.

Baver GenRe mengemas materi-materi genre kedalam sebuah permainan yang menarik dan mendidik. Remaja tidak merasa bosan dengan tata cara pembelajaran melalui sebuah permainan. Adapun cara bermain balok vertikal genre yaitu dengan mengambil satu persatu balok yang tersusun secara vertikal secara berhati-hati dan menjawab sebuah pertanyaan yang terdapat pada balok yang telah berhasil diambil, ataupun melakukan KIE dan berdiskusi terkait materi tersebut. Baver GenRe sendiri telah terlaksana sejak bulan Februari 2019, dan dimainkan oleh remaja-remaja di Bengkulu, baik disekolah-sekolah maupun masyarakat.

Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Kota Bengkulu, Pauri, S.Pd,MM, Mengatakan “Program ini sangat bermanfaat untuk remaja. Melalui permainan edukasi baver genre ini remaja dapat lebih banyak paham tentang berbagai permasalahan remaja yang terjadi sehingga remaja mampu mempersiapkan dirinya guna masa depannya.”

Duta GenRe 2019, TIODORA AYUDIA NOVITA SIPAKKAR