PedomanBengkulu.com, Kepahiang — Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepahiang melaksanakan eksekusi terhadap empat terpidana kasus dugaan korupsi pada Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Desa Ujan Mas Bawah Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 lalu diantaranya, Ahmad Badawi selaku Kepala Desa Desa Ujan Mas Bawah Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang tahun 2015 sampai dengan tahun 2017, Syaipul Anwar selaku Sekretaris Desa Ujan Mas Bawah, Sopian Aroni Bendahara Desa Tahun 2015, Sopian Aroni Bendahara Desa Tahun 2015 dan Ismono Sahadi Bendahara Desa tahun 2017 dari Rutan Kelas IIB Malabero Bengkulu ke Lapas Kelas IIA Curup, Jumat (8/11/2019) sekira pukul 15.00 WIB.

Eksekusi tersebut untuk menjalani hukuman pidana penjara berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bengkulu yang dijatuhkan majelis hakim kepada para terpidana pada sidang putusan dengan hukuman pidana penjara masing-masing selama 1 tahun 5 bulan dengan denda 50 juta rupiah subsidair 1 bulan kurungan karena para terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai Pasal 3 Undang Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang nomor 20 tahun 2001 jucto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Putusan ini lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kepahiang yang menuntut agar keempat terdakwa dijatuhi hukuman penjara masing-masing selama 1 tahun 6 bulan dan denda 50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Diketahui, keempat terpidana juga sudah membayar lunas Uang Pengganti Kerugian Negara sejumlah Rp. 198.434.062 sebagaimana yang disebutkan dalam putusan hakim Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Bengkulu.

Kepala Kejari Kabupaten Kepahiang H Lalu Syaifudin melalui Kasi Pidsus Rusydi Sastrawan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah melakuka eksekusi terhadap para terpidana untuk menjalani hukuman berdasarkan putusan Pengadilan.

“Iya hari ini sekitar pukul 15.00 WIB. Para terpidana kita pindahkan dari Rutan Kelas IIB Malabero Bengkulu ke Lapas Kelas IIA Curup untuk menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan,” kata Rusydi. [Anto]