Tampak Tim Kejaksaan menggeledah sejumlah dokumen

PedomanBengkulu.com, Kepahiang — Baru saja tim jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu melakukan penggeledahan di dua Kantor sekaligus yakni Kantor Bupati Kepahiang dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepahiang.

Penggeledahan yang berlangsung kurang lebih sekitar 3 jam itu, tim jaksa berhasil menyita sejumlah dokumen penting yang diduga berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Camat Tebat Karai tahun 2015 yang terletak di Desa Taba Saling dengan anggaran Rp 1,2 Miliar rupiah.

Kepala Kejari Kepahiang H. Lalu Syaifudin melalui Kasi Pidsus Rusydi Sastrawan saat dikonfirmasi, Senin (25/11/2019) mengatakan dalam penggeledahan tersebut tim mengamankan sejumlah dokumen, namun untuk secara rincinya pihaknya belum bisa menjelaskan dokumen apa yang disita. Dokumen-dokumen yang disita itu nantinya akan dipelajari sebagai bukti pendukung dari penyidikan kasus tersebut.

“Dokumen-dokumen yang kita dapatkan akan kita pelajari dulu,” kata Rusydi Sastrawan.

Rusydi Sastrawan menyatakan, pihaknya menduga adanya indikasi mark up pada pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai Kabupaten Kepahiang seluas 8800 meter persegi yang menggunakan dana ABPD Perubahan Kabupaten Kepahiang tahun 2015.

Rusydi mengungkapkan, pada pengadaan lahan itu berbeda dengan pengadaan lahan lainnya, yang disertai dengan tim penilaian. Namun dalam pengadaan lahan itu tidak disertai tim penilaian.

“Untuk perkembangannya nanti kita sampaikan,” ucap Rusydi Sastrawan.

Seperti dilansir sebelumnya, Kepala Kejari (Kajari) Kepahiang H Lalu Syaifudin mengatakan, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tersebut sudah ditembuskan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dua minggu lalu dan ditandatangani oleh Kajari. [Anto]