PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Seorang ibu paruh baya bernama Deriyati Sitompul terpaksa mendekam di Lapas Perempuan Bentiring Kota Bengkulu setelah menjalani pelimpahan tahap dua dari penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu atas kasus dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

JPU Kejati Bengkulu Andi Hendrajaya usai menerima pelimpahan berkas perkara di ruang tahap dua Kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu, Rabu (20/11/2019) mengatakan terdakwa merupakan residivis kasus penipuan CPNS karena sebelumnya terdakwa pernah dituntut dan putus pada tahun 2018 lalu dan sekarang terdakwa mengulang pierbuatannya kembali di 2019. Motif penipuan terdakwa menjajikan kepada korban dapat lulus tes CPNS dengan dalih terdakwa mempunyai kenalan orang pusat.

“Kalau disini korbannya tiga orang namun yang melapor satu orang korban,” ujar Andi

Andi mengungkapkan, kepada korban terdakwa pertama berjanji meluluskan CPNS sarjana dengan meminta uang sebesar 100 juta rupiah. Kemudian keduanya diambil kembali CPNS ijazah SMA diambil 100 juta yang jumlah seluruhnya hampir 270 juta rupiah.

“Jadi korban dua kali mengeluarkan uang yang pertama untuk sarjana S1 dan yang kedua untuk lulusan SMA dan sampai sekarang uang itu tidak dikembalikan kepada korban. Ada kwitwnsi terdakwa ini menerima uang tersebut,” kata Andi.

Terdakwa ditahan 20 hari kedepan untuk memudahkan proses penuntutan. Terjakwa yang pertama dijerat pasal 378 KUHP jucto 64 dan yang kedua dijerat pasal 372 jucto 64 ayat 1 dengan ancaman pidana 4 tahun penjara. [Anto]