PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Cegah pernikahan dan kekerasan anak, KPI menggelar Sosialisasi Pergub No. 33 Tahun 2018 tentang pencegahan perkawinan anak dan putusan MK No. 22/PUU-XV/2017 untuk minimal usia perkawinan pada perempuan.

Dalam sosialisasi itu, Sekretaris Wilayah Komisi Perempuan Indonesia, Nyimas Halimah mengatakan pernikahan anak haruslah mencukupi batas umur yaitu 19 tahun.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kita mengharapkan tidak ada lagi anak yang menikah dibawah umur 19 tahun,” kata Nyimas, Senin (25/11/2019).

Selain itu kedepannya KPI akan gencar sosialisasikan Pergub No 33 Tahun 2018 tersebut, gunanya supaya tidak ada lagi orang tua yang nekat untuk menikahkan anaknya dibawah umur sesuai peraturan pemerintah.

KPI mengharapkan adanya sanksi yang diberikan terhadap pelaku yang berusaha nekat untuk melangsungkan pernikahan di bawah umur.

“Kita tahu bahwa pernikahan dibawah umur itu termasuk kejahatan seksual, seperti terjadinya pendarahan yang diderita oleh perempuan yang belum sewajarnya hamil. Maunya kami, jika ada pernikahan yang terjadi dibawah umur, itu akan diberikan sanksi.” ucap Nyimas saat diwawancarai. [Mario]