PedomanBengkulu.com,Jakarta – Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto di Jakarta, Selasa memaparkan lima strategi agar ketergantungan terhadap energi fosil dan impor minyak berkurang. Guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, Indonesia dinilai perlu mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Menurut Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto, ada lima kebijakan yang bisa ditempuh untuk mengembangkan EBT di Tanah Air. Pertama, kata dia, Indonesia perlu mempercepat penggunaan energi terbarukan untuk bahan bakar, yakni B-30, B-50 dan B-100.

“Salah satunya, pada Oktober 2019 ini, uji coba penggunaan campuran biodiesel 30 persen menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN) atau B30 ditargetkan selesai,” ujar Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM yang di kutib melalui laman Antaranews.com, Jumat (22/11/2019).

Penggunaan B30 rencananya akan dimulai pada awal 2020. Setelah penerapan B30 berhasil, lanjut dia, Indonesia harus segera mengembangkan B50 dan B100.

Langkah kedua, menurut Djoko, ketergantungan terhadap energi fosil dapat diatasi dengan memperbanyak pembangkit listrik panas bumi geothermal. Berdasarkan data pada Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, tercatat sumber daya panas bumi yang termanfaatkan telah mencapai 1.948,5 MW yang terdiri dari 13 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).

Ketiga, menurut Djoko, Indonesia harus terus mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin. Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi 978 MW tenaga angin.

Solusi keempat untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi, papar Djoko, adalah membangun pembangkit listrik tenaga air termasuk micro hydro. Indonesia memiliki potensi listrik tenaga air mencapai 75.000 MW. Namun, dari potensi yang melimpah itu, Indonesia baru memanfaatkan 7 persennya.

Kelima, kata dia, ketergantungan pada energi fosil bisa diatasi dengan mewajibkan semua gedung dan rumah menggunakan solar cell. Menurut Djoko, penggunaan EBT juga merupakan komitmen Indonesia kepada dunia untuk menjaga lingkungan hidup. Dengan penggunaan EBT, kata dia, dunia bisa tetap bersih dan sehat. Penggunaan EBT juga merupakan solusi untuk mencegah terjadinya pemanasan global. [Soprian/Rilis]