PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Untuk semakin memperkuat peran strategisnya dalam keberhasilan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu gelar seminar bertajuk “Membangun SDM Unggul Keluarga Berkualitas dan Berketahanan Melalui 8 Fungsi Keluarga”.

Bertempat di LPMP Provinsi Bengkulu, Selasa (11/11), kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Busmar Edisyaf SP MM dan Prof. Dr. Rohimin M.Ag selaku Ketua MUI Provinsi Bengkulu sebagai Narasumber.

Ketua IPeKB Provinsi Bengkulu, Ir. Unar Mansono, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini diikuti oleh 165 penyuluh KB se-Provinsi Bengkulu.

“Ini seminar ke empat yang digelar oleh IPeKB Bengkulu sepanjang tahun 2019. Semoga seminar ini, tidak berhenti hanya pada gebiarnya saja, namun berimplikasi pada peningkatan kinerja,” ungkap Unar.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa organisasi IPeKB selain memiliki kewajiban dalam memperjuangkan eksistensi penyuluh lapangan, juga memiliki kewajiban moral untuk terus mendorong secara aktif dalam upaya pencapaian target-target program secara umum seperti halnya penyuluh lapangan.

“IPeKB sebagai wadah perjuangan para PKB/PLKB memiliki kewajiban dalam memberikan ruang dan media bagi para PKB/PLKB dalam memenuhi target-target program KKBPK,” jelasnya.

Dilain sisi, Busmar Edisyaf mengungkapkan, program KKBPK merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan dengan cara mengatur perkawinan, reproduksi, jarak kelahiran, dan jumlah anak ideal.

“Program KB diharapkan mampu lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga bisa memutus mata rantai kemiskinan. Keberhasilan Program tersebut akan sangat tergantung dari kapasitas dan kuantitas Petugas KB (PKB/PLKB) di lapangan dibantu para kader,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk menyiapkan masa depan generasi penerus dalam pembangunan ketahanan keluarga dan upaya memaksimalkan secara positif dampak bonus demografi, peran PKB/PLKB bisa sangat dominan dalam konteks mewujudkan Revolusi Mental masyarakat Indonesia.

“Saat ini TFR Bengkulu di angka 2,3 dan telah berhasil menggungguli TFR Nasional yang berada di angka 2,4. Capaian tersebut tidak terlepas dari peran serta IPeKB, semoga kedepannya dapat terus ditingkatkan dalam rangka mewujudkan Keluarga Berkualitas dan Berketahanan khususnya di Provinsi Bengkulu,” tutup Busmar. [Nurhas/Adv]