Pedomanbengkulu.com, Seluma – Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan pemerintah, selalu diikuti dengan harapan ataupun protes dari tenaga honorer yang menuntut diangkat jadi CPNS. Tenaga pendidikan (Guru) merupakan salah satu honorer yang terus menyuarakan untuk diangkat menjadi CPNS.

Salah satunya terdapat di SD Negeri 1 Kabupaten Seluma, di Kecamatan Air Periukan. Seorang guru kelas bernama Nesi Fitri sudah mengabdi menjadi guru honorer sejak tahun 2004 lalu.

“Saya sudah menjadi guru honor selama 15 tahun, sampai sekarang belum diangkat menjadi CPNS,” jelas Nesi saat ditemui disekolah, Senin (18/11/2019).

Dijelaskan Nesi, sempat ada harapan menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) namun sampat saat ini belum ada realisasi.

“Kemarin sempat katanya mau dijadikan PPPK, tetapi belum tahu sampai sekarang, tidak ada kabarnya lagi,” kata Nesi.

Setiap bulannya honorer guru maupun tenaga keamanan, digaji sebesar Rp. 500 ribu, dengan sistem rapel.

“Macam macam, ada yang 400, ada 500 ribu, dibayarnya pertiga bulan sekali. Karena menunggu dana BOS itu dapat, kadang bisa tiga bulan kadang lebih,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah dapat mempertimbangkan nasib honorer di Indonesia, termasuk di Seluma.

“Ya kami minta pemerintah memperhatikan nasib kami yang honorer ini, karena sudah lama kami mengabdi,” jelas Nesi Fitri. [IT2006]