PedomanBengkulu.com, Seluma – Pembahasan besaran hibah anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Seluma terus berlanjut. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma sedang dalam proses pembahasan di badan anggaran untuk RAPBD 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma Irihadi mengatakan, Pemkab Seluma tidak mempermasalahkan jika perlu dilakukan pengurangan dalam besaran anggaran pilkada untuk KPU yang sebesar Rp25,5 miliar dan Bawaslu sebesar Rp8,6 miliar.

“Kalau nanti KPU dan Bawaslu mau mengurangi silakan, jangan sampai nanti Pilkada itu bermasalah anggaran. Kalau KPU maupun Bawaslu mau menurunkan NPHD, NPHD akan kita ubah, bukan kita yang mengurangi. Silakan Banggar memanggil KPU dan Bawaslu jelaskan disitu, kalau memang itu tidak wajar, mereka mau mengurangi anggaran itu (dan) tetap melaksanakan pilkada dengan baik, kita akan mengurangi” jelas Irihadi, Selasa (26/11/2019).

Irihadi mengatakan penetapan besaran NPHD ini sudah memalui proses panjang, hingga ke Pemerintah Pusat.

“Kita kemarin sudah diundang ke pusat ke kemendagri bersama KPU dan Bawaslu, 10 daerah itu dibahas sama sama, tidak seenak Pemda tidak seenak KPU dan Bawaslu” jelas Irihadi.

Irihadi menyatakan, Pemkab Seluma berharap agar pelaksanaan Pilkada di tahun depan berjalan dengan baik dan tidak terkendala anggaran.

“Sebenarnya Pemda mau sekecil kecilnya (anggaran) tetapi jangan sampai mereka (KPU Bawaslu) tidak bersedia dan terjadi permasalahan” jelas Irihadi. [IT2006]