PedomanBengkulu.com, Kaur – Bawaslu Kaur pada Senin (11/11/2019) menggelar Seminar Eksaminasi Undang-undang Pemilihan Umum dan Pemilu Kada dengan tujuan menginformasikan kepada masyarakat terkait fungsi pengawasan Bawaslu megacu UU No 16 tahun 2016.

Kepala Divisi hukum penindakan pelanggaran sengketa Bawaslu Kaur Natijo mengatakan, seminar ini di lakukan supaya masyarakat tidak terkejut atas fungsi pengawasan Bawaslu pada Pilkada ini nanti.

“Di sini perlu kami sampaikan bahwa pengawasan yang kami lakukan berbeda dengan pada pemilu lalu, di mana pada pemilu kami mengacu pada UU pemilu no 7 tahun 2017 sedangkan pada pilkada ini acuan kami adalah UU no 10 tahun 2016 di mana peran kami lebih Sempit,” kata Natijo, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, jika mengacu pada UU pemilu no 7 tahun 2017 Bawaslu dalam temuan pelanggaran pihak Bawaslu dapat menyidangkan memeriksa bahkan memutuskan tapi lain hal nya dengan regulasi atau jika mengacu UU No 10 tahun 2016 pihak nya hanya dapat memberikan rekomendasi.

“Atas regulasi yang menjadi landasan dalam pengawasan Pilkada tahun 2020 pihak-pihak terkait masih berusaha merevisi dan uji materi ke MK,” tambah Natijo.

Diketahui dalam seminar sehari itu Bawaslu Kaur mendatangkan narasumber diantaranya Kasatreskrim Polres Kaur Iptu. Ahmad Khairuman, Kasi Intel Kejari Kaur Pofirizal SH dan dari Divisi hukum informasi dan data Bawaslu Provinsi Bengkulu Dodi Herawansyah. [Sirat]