Pedomanbengkulu.com Rejang Lebong – Kondisi lampu jalan tenaga surya mengalami kerusakan dan tidak menyala. Penyebab terbanyak lampu tersebut tidak nyala karena baterai dimaling orang tidak bertanggungjawab.

Diungkapkan Kabid Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Rejang Lebong, Verlis Pramadio, lampu tenaga surya yang di bawah naungan (DPM PTSP) Rejang Lebong sebanyak 158 unit yang terpasang di jalan Simpang Lebong hingga Terminal Taba Rena sebanyak 62 unit dan 96 unit terpasang di jalur lintas mulai dari Kelurahan Sukaraja hingga Simpang Nangka.

“Lampu jalan tenaga surya yang kita miliki 75 persen tidak hidup, penyebab utama karena Batreynya dimaling orang,” kata Verlis.

Ditambahkan Verlis, untuk lampu jalan se kabupaten Rejang Lebong yang terpasang di daerah baik tenaga surya maupun lampu yang bersumber dari listrik PLN mencapai 3.900 unit.

“Ada tiga jenis lampu jalan yang terpasang, lampu tenaga surya, lampu median jalan dan lampu kuning, lampu median jalan kondisinya 90 persen hidup dan lampu kuning 70 persen hidup,” kata Verlis.

Diungkapkannya, tahun 2019 ini sendiri pihaknya akan melakukan perbaikan sejumlah lampu jalan yang mengalami kerusakan, anggaran yang disiapkan sebesar Rp190 juta untuk perbaikan 400 unit lampu.

“Anggaran yang kita miliki hanya cukup untuk perbaikan 400 lampu, baik untuk penggantian bola maupun penggantian komponen lainnya,” ujar Verlis.

Idealnya kata Verlis, lampu jalan untuk 15 kecamatan di Rejang Lebong sebanyak 15 ribu unit, namun saat ini kebutuhan tersebut belum terpenuhi. Ditahun 2019 ini sendiri anggaran untuk penambahan pemasangan lapu jalan senilai Rp 1,7 Miliar dan telah dilaksanakan.

“Ada penambahan 426 titik lampu jalan yang kita lakukan di tahun 2019 ini dan ini sudah termasuk ke dalam 3900 unit yang ada sekarang. Pemasangan lampu jalan ini kita lakukan di jalur jalan lintas yakni 50 titik kearah Lebong, Di dalam kota 20 titik dan wolayah Lembak. Untuk tahun 2020 usulan kita untuk penambahan Lampu Jalan senilai RP 800 juta,” kata Verlis.

Verlis juga menyampaikan bahwa ada sejumlah lampu penerangan jalan yang tidak diketahui pemiliknya yang kondisinya juga banyak tidak berfungsi, seperti lampu di Danau Talang Kering, kemudian lampu jalan kearah jalan lintas Curup – Lubuk Linggau dan lainnya, sehingga pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memperbaikinya.

“Rata-rata lampu jalan yang terpasang dan bukan di bawah kewenagan kita berupa lampu jalan tenaga surya. Ini terkadang menimbulkan masalah bagi kita, ketika lapu tersebut mati warga menuntuk agar segera diperbaiki karena warga menganggap seluruh lampu jalan menjadi tanggungjawab kita. Padahal kita sendiri di dinas tidak tahu kapan dan siapa yang punya,” pungkas Verlis. [Julkifli Sembiring]