PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Belakangan ini Bengkulu kembali dihebohkan dengan adanya dugaan pencabulan yang dilakukan oknum Guru Sekolah Dasar Islam Kota Bengkulu inisial DS terhadap dua murid laki-lakinya yang masih berumur 11 tahun.

Diketahui, DS saat ini sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu dan tengah mendekam di tahanan Mapolres Bengkulu dan dijerat Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Tersangka DS diduga memiliki kelainan seksual menyimpang. DS sudah berkeluarga dan memiliki satu orang anak. Terkait prilaku menyimpang tersangka masih didalami penyidik.

Kapolres Kota Bengkulu AKBP Prianggodo Heru Kunprasetyo melalui Kasat Reskrim AKP Indramawan Kusuma Trisna, di Mapolres Bengkulu, Selasa (19/11/2019) mengatakan pihaknya akan mengetes kejiwaan tersangka DS untuk mengetahui sejauh mana perbuatan yang dilakukannya tersebut.

“Kita juga akan coba tes kejiwaannya, sama seperti pelaku- pelaku sebelumnya. Untuk mengetahui apakah itu penyakit atau tindakan respon daripada pelaku sendiri,” kata Indramawan.

Indramawan mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari tersangka memang ada dorongan dari dalam dirinya untuk melakukan perbuatan tersebut.

“Tersangka mengaku ada dorongan dari dalam dirinya untuk melakukan hal tersebut. Kita akan lihat juga sejauh mana tersangka melakukan perbuatan itu,” terang Indramawan.

Seperti dilansir sebelumnya, perbuatan senonoh tersangka tersebut dilakukan tersangka pada malam hari didalam Masjid.
Ketika itu kedua korban tengah beristirahat dan tersangka mendatangi korban dan mengancam korban akan mengosongkan nilainya jika menolak perbuatan tersangka karena tersangka merupakan wali kelas korban.

Berdasarkan hasil visum membenarkan bahwa kedua korban telah menjadi korban dugaan pencabulan karena terdapat luka dibagian kemaluan korban.

Penyidik polres hingga kini masih terus mengembangkan kasus tersebut bilamana ada korban lainnya. Dengan adanya kejadian tersebut Polres Bengkulu menghimbau kepada masyarakat Kota Bengkulu untuk bersama-sama menjaga anaknya yang merupakan generasi penerus bangsa dari hal yang tidak diinginkan. [Anto]