Kuasa Hukum korban usai melapor ke Polres Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Enam orang warga Kota Bengkulu melalui Kuasa hukumya mendatangi Mapolres Kota Bengkulu, Selasa (5/11/2019).

Kedatangannya itu untuk melaporkan dugaan penipuan bermodus arisan.

Kuasa Hukum Korban, Chairil Amin mengatakan, laporan yang disampaikan kepada penyidik mengarah ke dugaan penipuan dan penggelapan yaitu pasal 372 dan 378 KUHP dan kerugian yang dialami enam orang kliennya itu sekitar 92 juta rupiah.

“Untuk proses selanjutnya kita serahkan kepada penyidik Polres Bengkulu,” ujar Chairil Amin.

Chairil Amin menjelaskan, dalam arisan tersebut sistemnya bermacam-macam, ada sistem arisan menurun dan ada sistem arisan lelang, yang terdapat kerugian paling banyak di sistem arisan lelang.

“Sehingga ini yang menyebabkan unsur terjadinya tindak pidana,” kata Chairil Amin.

Chairil Amin, dugaan penipuan bermodus arisan ini yang menjadi korban sekitar 27 orang dan yang baru melapor sebanyak 6 orang. Pihaknya melihat ada rangkaian kata-kata bohong yang menyebabkan korban menyerahkan uang dan sampai sekaran uang itu tidak kembali.

“Jadi kita akan menggiring kasus ini ke hukumnya biar persoalan ini menjadi jelas,” ucap Chairil Amin.

Chairil Amin menjelaskan, dugaan penipuan itu terjadi sekitar bulan september 2019 hingga sampai saat ini. Sudah berjalan sekitar 3 bulanan. Sebelum menempuh jalur hukum korban sempat mengirimkan somasi kepada terduga pelaku untuk diselesaikan secara kekeluargaan namun dengan tidak adanya itikad baik dari terduga pelaku untuk membayar apa yang sudah dijanjikan dalam bentuk arisan.

“Kita berharap kepada pihak kepolisian agar laporan kami ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” jelas Chairil Amin. [Anto]