Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Guna memberikan daya saing, Politeknik Raflesia Curup melaksanakan kegiatan sertifikasi keahlian bagi mahasiwa dan lulusan. Dalam kegiatan ini Politeknik Rafflesia mengandeng Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi Bengkulu dan Direktorat Jendral Bina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Diungkapkan Direktur Politekni Raflesia, Surya Darminta, kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dan diikuti 100 mahasiswa dan alumni.

“Kita ingin menciptakan lulusan Politeknik Rafflesia ini yang mampu bersaing di dunia kerja. Nah untuk masuk ke dunia kerja terutama di bidang teknik, maka harus ada sertifikat keahlian. Sebenarnya kegiatan ini kita buka untuk umum dan saat ini baru diikuti oleh mahasiswa dan alumni. Kedepanya kita jadwalkan kegiatan yang sama minimal dua kali dalam satu tahun,” ujar Surya.

Dijelaskan Surya, pada hari pertama, para peserta akan diberikan materi, kemudian di hari kedua akan dilakukan tes agar bisa mendapatkan sertifkat keahlian.

“Saat ini pemerintah sudah mewacanakan agar nanti lulusan teknik tak hanya dibekali oleh ijazah saja, namun juga dibekali oleh sertifikat keahlian. Meskipun hal tersebut menurut Surya masih sebatas wacana dan belum tahu kapan direalisasikan, namun kita sudah mulai menyiapkan, bila nanti sudah diwajibkan lulusan kita tidak akan kebingungan lagi,” kata Surya.

Seketaris Lembaga Pengembangan Kontruksi Bengkulu, Zetman yang menjadi narasumber dalam kegitan tersebut mengungkapkan, meskipun saat di tingkat universitas atau perguruan tinggi belum diwajibkan sertifikat keahlian. Namun menurutnya dalam dunia kerja sertifikat keahlian tersebut sudah wajib digunakan.

“Saat ini sertifikat keahlian ini sangat penting, contohnya untuk ikut tender saja yang bersangkutan harus memiliki sertifikat keahlian,” sampai Zetman.

Sementara salah seorang tenaga Penguji Sertifikasi Keahlian, Budi dari Balai jasa konstruksi wilayah II Palembang mengungkapkan sesuai dengan Undang undang nomor 20 tahun 2017 tentang jasa kontruksi mengungkapkan bahwa setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja termasuk setiap pengguna jasa dan/atau penyedia jasa wajib mempekerjakan tenaga kerja konstruksi yang memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja sebagaimana dimaksud.

“Sertifikat kompetensi kerja diperoleh melalui uji kompetensi sesuai dengan standar kompetensi kerja. Sertifikat kompetensi kerja diregistrasi oleh Menteri. Untuk pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh lembaga sertifikasi profesi,” tutup Budi [Julkifli Sembiring].