Berdasarkan data yang terhimpun pada tahun 2018, jumlah penduduk Indonesia berkisar antara 265,9 sampai 266 juta jiwa dan 27,6% diantaranya adalah remaja. Dengan jumlah lebih dari seperempat penduduk Indonesia, remaja memiliki pengaruh yang luar biasa bagi negara. Salah satu pengaruh besar yang berdampak negatif adalah pernikahan dini.

Indonesia merupakan negara dengan pernikahan dini terbesar ke-6 di dunia, dan Provinsi Bengkulu berada di peringkat ke-12 di Indonesia. Hal ini bukanlah prestasi yang membanggakan, justru menjadi PR bagi semua elemen masyarakat. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh remaja di bawah usia yang telah ditetapkan, baik menurut UU Perkawinan yaitu 19 tahun bagi perempuan dan laki-laki, ataupun menurut BKKBN yaitu 21 tahun bagi perempuan dan 24 tahun bagi laki-laki.

Dari 121 kasus pernikahan usia anak atau pernikahan dini yang terjadi di Provinsi Bengkulu umumnya disebabkan oleh seks bebas yang mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga terjadilah MBA (Married By Accident). Informasi mengenai pentingnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas serta bagaimana menjaga kesehatan reproduksi harus dimiliki dan mudah diakses oleh remaja agar pernikahan dini dapat dicegah dan dihindari.

Melihat fenomena ini maka seorang remaja provinsi Bengkulu, Vivi Oktavia yang merupakan Duta GenRe Provinsi Bengkulu Tahun 2019 sekaligus Mahasiswi S1 PGSD Universitas Bengkulu membuat sebuah inovasi guna menyebarkan informasi mengenai kesehatan reproduksi untuk mencegah seks bebas dan kenakalan remaja lainnya. Inovasi tersebut ia tuangkan dengan membuat sebuah kuis “TTS Ala GenRe”.

TTS Ala GenRe atau Teka-teki Silang Ala Generasi Berencana merupakan sebuah kuis teka-teki yang berisi pertanyaan seputar materi GenRe, pertanyaan tersebut harus dijawab pada kotak-kotak yang telah disiapkan. Untuk mengikuti perkembangan zaman, kuis TTS Ala GenRe dibuat dalam versi online serta offline (cetak). TTS Ala GenRe versi online sudah terbit di Instagram @vivioktavia07 sejak bulan Februari 2019 dan sampai saat ini sudah mencapai edisi ke-10 serta sudah menjangkau sebanyak 153 peserta online. Sementara untuk versi offline atau cetak sudah terbit sejak bulan April 2019 dan sampai saat ini sudah terbit sebanyak 4 edisi serta sudah dimainkan secara offline oleh 15 PIK-R dan 5 organisasi kepemudaan di masyarakat.

TTS Ala GenRe juga hadir sebagai pendukung peraturan Gubernur Bengkulu No. 33 Tahun 2018 tentang pencegahan perkawinan usia anak dan sebagai pendukung terpenuhinya HKSR (Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi) bagi remaja Bengkulu.

Dra. Herlianti selaku sekretaris IPeKB Provinsi Bengkulu mengatakan bahwa TTS Ala GenRe sangat bermanfaat sebagai sarana penyuluhan terbaru bagi para kaum millennial khususnya dan masyarakat pada umumnya. TTS Ala GenRe merupakan sebuah terobosan yang inovatif karena dibuat dalam 2 versi, yaitu online dan offline atau cetak. Melalui kuis ini informasi dan materi mengenai kesehatan reproduksi dan materi GenRe dapat tersampaikan dan mudah diakses oleh remaja.

Vivi Oktavia Duta GenRe Provinsi Bengkulu Tahun 2019