PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sebanyak 30 calon Penyuluh Agama Islam (PAI) non-PNS se-Kota Bengkulu jalani tes tertulis dan wawancara di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bengkulu, Minggu (8/12).

Kepala Kantor Kemenag Kota Bengkulu, H Tasri MA melalui Kasi Bimas Islam, Rolly Gunawan mengatakan, jumlah pelamar PAI non PNS ada 44 orang. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, hanya 37 orang yang memenuhi persyaratan.

“Yang mengikuti tes hari ini berjumlah 30 orang, 7 orang lainnya tidak hadir. Adapun materi tes yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, praktik ibadah, baca Al Qur’an, hafalan dan praktik ceramah serta khutbah,” ungkap Rolly Gunawan.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, perekrutan PAI non-PNS ini tidak hanya berlangsung di Kota Bengkulu saja. Tetapi di seluruh Indonesia dan pelaksanaan tes dilangsungkan serempak pada hari ini.

“Para penyuluh ini nantinya akan ditempatkan di semua KUA di Kota Bengkulu. Tugas mereka memberikan beragam penyuluhan keagamaan di wilayah tugas masing masing, baik melalui mimbar khotbah Jumat atau pada majelis taklim yang ada di sana,” imbuhnya.

Menurut Rolly Gunawan, melihat kondisi sekarang, selain masalah keagamaan para penyuluh juga dituntut untuk bisa membantu mengatasi persoalan bangsa. Seperti, mencegah paham radikalisme, narkoba, LGBT dan persoalan lainnya.

“Tugas PAI tidak hanya terfokus pada pembinaan spiritual dan mental saja. Tetapi harus bisa bisa menjelaskan persoalan bahaya narkoba, masalah paham radikalisme, dan perkembangan permasalahan terbaru lainnya,” tegasnya.

Dilain sisi salah satu peserta tes dari Kecamatan Selebar, Ustadz Zulfikar mengaku, tes yang dijalaninya benar-benar mengarah kepada tugas dan kewajiban seorang penyuluh agama.

“Luar biasa, baik tes tertulis maupun wawancaranya langsung mengarah kepada tugas dan kewajiban seorang penyuluh. Terkait fasilitas serta pelayanan yang diberikan oleh panitia pada saat kami menjalani tes ini benar-benar istimewa,” ungkap Ustadz Zulfikar.[Nurhas]