Di Indonesia terdapat begitu banyak suku, adat dan budaya. Mulai dari suku Jawa, Batak, Padang dan masih banyak lagi. Dari semua suku yang ada di Indonesia terdapat juga adat yang merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat, yang merupakan ciri khas dari suku tersebut.

Kali ini kita akan membahas adat dari suku Jawa. Suku Jawa adalah suku yang tersebar dihampir seluruh penjuru di Indonesia dan merupakan suku yang sangat kental dengan adat dan istiadatnya. Meskipun adat sudah mulai ditinggalkan karena jaman yang serb modern seperti saat ini, adat tersebut masih dilakukan oleh sebagian masyarakat suku Jawa.

Dalam resepsi pernikahan suku Jawa sangat banyak ritualnya, mulai dari seserahan, siraman, dodol dawet dan sebagainya. Di sini saya akan membahas adat pernikahan suku Jawa yaitu Kacar Kucur.

Kacar kucur yaitu adat dalam pengantin suku Jawa. Kegiatan ini adalah pengantin pria menumpahkan segala isi dari kantung atau wadah. Isi dari kantung tersebut merupakan hasil bumi seperti kacang kedelai, kacang tanah, gabah, padi, beras kuning, jagung, beberapa bumbu dapur, bunga sritaman, dan uang logam.

Hasil bumi berupa biji-bujian seperti beras, jagung dan kacang tanah sendiri merupakan bahan pokok. Untuk menciptakan sebuah keluarga perlulah kiranya ada jaminan kebutuhan pokok terlebih dahulu berupa beras.

Arti uang dalam prosesi ini adalah alat yang digunakan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Orang mencari uang kesana kemari adalah demi memenuhi kebutuhan hidupnya yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Dijaman sekarang kebutuhan seseorang berbeda dengan kebutuhan orang jaman dahulu. Manusia hidup cenderung konsumtif. Untuk mengatsinya perlulah kirannya dengan pengendalian nafsu.

Prosesi ini mengucurkan segala isi dari wadah tersebut adalah bentuk simbolik bagaimana seorang suami bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan memberikan nafkah atau penghasilannya kepada istri.

Lalu, si istri dengan selembar kain putih yang ditaruh diatas selembar tikar tua yang diletakkan diatas pangkuannya akan menerima dengan segenap hati. Yang maknanya adalah istri akan menjadi ibu rumah tangga yang baik dan berhati-hati menjaga pemberian sang suami.

Ritual Kacar kucur yang dilakukan dengan simbol-simbol ini, memang membangkitkan keseruan dalam sebuah acara pernikahan. Keseruan dan kecerian ini juga menampik anggapan bahwa pernikahan yang menggunakan ritual adat identik dengan acara yang kaku dan membosankan. Saat ini adat ini sudah berkurang digunakan dalam acara pernikahan khususnya suku Jawa yang berada di Provinsi Bengkulu.[Sugeng]