Ilustrasi

Bengkulu kembali dihebohkan dengan kabar dugaan pembunuhan setelah ditemukannya jenazah mahasiswi Universitas Negeri Bengkulu (UNIB) bernama Wina Mardiani (20).

Warga Ipuh Kabupaten Mukomuko ini sebelumnya dikabarkan secara viral menghilang sejak beberapa hari yang lalu.

Almarhum tinggal di kos-kosan Kawasan UNIB Belakang Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Korban ditemukan dalam kondisi terkubur dengan posisi telungkup dan kepala terbungkus karung.

Sejak awal tahun 2019, Provinsi Bengkulu telah dihebohkan dengan berita-berita pembunuhan. Korbannya mulai dari ibu rumah tangga, pedagang, hingga pelajar.

Kejadian Wina serta kasus-kasus serupa yang muncul sebelumnya menujukkan bahwa pembunuhan di Provinsi Bengkulu merupakan ancaman laten yang bisa menimpa siapa saja.

Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak boleh hanya bertopang dagu dengan kejadian-kejadian ini. Harus segera ada deklarasi perang melawan berbagai praktik kejahatan yang mengancam kehidupan warga masyarakat.

Bila tidak ada usaha serius, pembunuhan demi pembunuhan akan menjadi bahaya yang tersembunyi namun terus-menerus mengancam kapan saja dan dimana saja.

Bila sampai kejadian yang sama terulang kembali, hal itu hanya akan menimbulkan kesan dari masyarakat luar bahwa Bengkulu bukan kawasan yang aman untuk dikunjungi.

Untuk itu, gagasan menghidupkan kembali hulubalang atau masyarakat sipil yang diberikan tugas untuk menjaga setiap sudut kota dan desa di Provinsi Bengkulu sebagaimana pernah disampaikan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan menjadi relevan.

Lembaga seperti Badan Musyawarah Adat (BMA), organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah atau kelompok-kelompok sipil seperti jamaah tablig dapat dilibatkan dalam usaha menghidupkan hulubalang tersebut dengan menjadikan usaha memakmurkan masjid sebagai kegiatan utamanya.

Tidak perlu berdebat mengenai pembiayaan, sebab, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran telah menjadi kewajiban setiap orang yang mengaku beragama Islam dan perintah untuk itu telah secara jelas tercantum di dalam Al-Qur’an.

Bila perlu, hulubalang itu dikirim ke pelosok-pelosok Bengkulu untuk membantu pembangunan, mensosialisasikan program-program penting pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, dan memperkuat kesadaran warga masyarakat tentang pentingnya menghidupkan sunah-sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.