Hj Riri Damayanti John Latief saat memaparkan pandangannya dalam sebuah acara penyerapan aspirasi, belum lama ini.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Harga bahan pokok jelang memasuki libur natal dan tahun baru 2020 merangkak naik. Salah satu bahan pokok yang sudah mengalami kenaikan harga adalah telur ayam ras, yakni dari satu karpet harga Rp35.000 sampai Rp38.000 menjadi Rp45.000.

Namun tidak dengan harga daging sapi, masih sekitaran Rp120 ribu per kilogramnya dan kesediaan stok serta kestabilan harga hingga akhir tahun 2019 diprediksi akan stabil.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok sudah hal yang lumrah setiap menjelang akhir tahun, bulan ramadhan, ataupun hari-hari besar lainnya.

Untuk itu, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini mengatakan, perlunya cara antisipasi yang efektif agar kebutuhan pokok tetap stabil.

“Kenaikan harga sembako baik dari telur ayam, beras, daging sapi atau kebutuhan lainnya, selalu melonjak harganya hingga tak wajar di setiap menjelang hari besar Kriten, hari besar Islam, ataupun hari-hari lainnya. Tentu ini menjadi permasalahan yang harus ditanggapi, mengapa kenaikan harga selalu dihari itu, apa penyebabnya?” ungkap Riri Damayanti kepada media, Senin (23/12/2019).

Perempuan yang mendapat gelar Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Tapus ini juga mengatakan, pemerintah perlu mencari akar masalah tersebut. Sebab kenaikan harga di hari itu sudah dianggap hal yang wajar.

“Mencari penyebab kenaikan harga dihari besar selalu terjadi, apakah hal tersebut karena stok barang sangat rendah atau permainan harga disana. Namun, hal tersebut membuktikan, kemandirian ekonomi dibidang pertanian, peternakan, dan perkebunan belumlah terwujud sepenuhnya,” jelas Riri Damayanti.

Kemandirian ekonomi itu termaktub dalam Trisakti bagian kedua yaitu “Mandiri Dalam Ekonomi”. Dan hal tersebut telah diterangkan oleh Undang Undang 1945 dan pancasila serta menjadi program pemerintahan di era Presiden Jokowi.

“Pemerintah perlu adanya gebrakan untuk memperbaiki kestabilan ekonomi. Meningkatkan produktivitas membangun ekonomi yang berdikari sehingga impor dapat menjadi ekspor, harga pangan terjangkau, kebutuhan masyarakat terpenuhi, pengangguran berkurang, kemiskinan hilang. Dan tentu saja, ini tugas berat kita untuk mewujudkan negara yang berdaulat dan bermatabat,” jelas Riri Damayanti.

Untuk itu, Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini berharap, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang tepat sasaran dalam menanggulangi permasalahan harga kebutuhan pokok yang kurang stabil. Agar permasalahan itu tidak berulang setiap tahunnya dan menjadi permasalahan pokok. [Medi Muamar]