Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Paska peristiwa longsor di Desa Sinar Gunung Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (11/12) kemarin, yang menyebabkan ratusan warga terisolir dan 12 rumah terdampak longsor, bantuan untuk warga terdampak longsor tersebut mulai berdatangan. Diungkapkan Kepala BPBD Rejang Lebong Basuki bantuan untuk para korban dilokasi bencana sudah turun, baik dari Pemerintah Daerah seperti BPBD, Dinas Sosial, PMI dan isntansi lainnya

“Bantuan yang diberikan kepada para korban bervariasi, mulai dari logistik makanan, perlengkapan, hingga obat-obatan, bahkan dilokasi bencana juga sudah didirikan tenda penampungan,” kata Basuki, Rabu (11/12/2019).

Baca: Longsor, Warga Desa Sinar Gunung Terisolir

Terkait 12 Rumah yang terdampak longsor tersebut, lanjut Basuki, saat ini masih dikosongkan dan pemilik rumah diungsikan sementara ke rumah kelurganya yang ada di Desa Sinar Gunung.

“Kita sebenarnya menyiapkan tenda untuk menampung warga yang rumahnya terkena dampak longsor ini, namun mereka lebih memilih pindah untuk sementara ke rumah kerabatnya,” ungkapnya.

Ditambahkan Basuki, pihaknya akan melakukan kajian terhadap kondisi rumah warga yang terdampak longsor tersebut apakah masih layak di tempati atau harus dipindah.

“kita kaji dulu kondisi tanah yang ada disekitar pemukiman warga yang terkena dampak Longsor tersebut, apakah masih memungkinkan hanya dibangun pelapis tebing atau harus direlokasi. Kalau dari kajian sementara, kondisi tanah masih belum setabil dan potensi terjadinya longsor susulan masih besar. Dari hasil kajian mendalam ini lah nantinya akan kita jadikan dasar untuk mengambil kebijakan,” kata Basuki.

Terkait jalan yang sebelumnya terputus akibat longsor, Hingga saat ini masih ditangani oleh BPBD, hingga pukul 17.00 WIB, kondisi jalan belum bisa dibuka.

“Kita masih berupaya mebuka material longsor menggunakan alat berat, namun karena material tanah cukup tebal, maka jalan belum bisa dibuka. Mudah mudahan besok, pembukaan jalan tersebut sudah bisa kita selesaikan kata Basuki. [Julkifli Sembiring]