PedomanBengkulu.com, Bengkulu Kota – Gerakan Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan Konsolidasi Akbar di WIC HMI Cabang Bengkulu, terkait petaka kemanusiaan dan ekologis berdirinya PLTU Batubara di Kelurahan Teluk Sepang, Kamis malam (19/12/2019).

Konsulidasi akbar ini muncul karena melihat ketidakberpihakannya penguasa dalam mengeluarkan kebijaksanaan, sehingga dapat merugikan rakyatnya sendiri, dengan demikian muncullah kegelisahan-kegelisahan di tengah masyarakat.

“Gejolak energi nurani yang teriris resah menggiring kita bersama malam ini adalah wujud kecemburuan rasa kemanusiaan yang sama sama kita miliki,” ujar moderator Alam Syahril memulai acara konsolidasi.

Acara penyatuan dan peleburan semangat itu berjalan penuh hikmat dan haru karena dihadiri oleh beberapa warga Kelurahan Teluk Sepang yang sudah renta dan lanjut usia yang membawa sisa harapan kepada masyarakat Provinsi Bengkulu atas apa yang sudah terjadi, dengan ancaman dan ketakutan yang dihembuskan, PLTU Batubara layak disebut sebagai Bahaya Laten,” ujar KA Badko HMI Sumbagsel Dewan Dede Irawan.

Menurutnya, PLTU Batubara akan merampas hak lingkungan sehat karena hamburan debu-debu beracun serta buangan limbah bahang yang mengakibatkan penyu dan biota laut lainnya tak mampu selamatkan diri.

Tak hanya itu saja kata Dewan, mahasiswa yang sudah melebur di atas kata perlawanan, ini akan menjadi alarm bahaya untuk penguasa, karena bersatunya OKP seperti HMI, GMNI,PMII, PMKRI, IMM, KAMMI adalah suatu gerakan yang sangat dinantikan secara historisnya didukung oleh BEM se Bengkulu, tentu menjadi angin segar bagi kaum tertindas dan terampas haknya.

“Terkait teknis perlawanan belum dapat kami sampaikan dengan publik, karena ketika kita putuskan penguasa adalah lawan maka bersiaplah dengan senter ancaman, maka itu kita harus elegan, terstruktur, sistematis dan masif namun pada prinsipnya malam ini adalah momentum untuk mengembalikan identitas karakter kepemudaan dan kemahasiswaan,” imbaunya Dewan Dede Irawan.

Menurut buku yang saya baca ucap Dewan, bahkan ketika negara melakukan hal baik, pada akhirnya ia akan bersandar pada tongkat pemukul, gas air mata, dan penjara, karena itulah kekuatan yang mengusungnya.

Konsolidasi ini difasilitasi oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumbangsel. [Soprian]