Dakwah jamaah Masjid Agung At-Taqwa Bengkulu di Ruang Tahanan Polres Bengkulu, Selasa (17/12/2019).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Usaha dakwah jamaah Masjid Agung At-Taqwa Bengkulu terhadap tahanan Polres Bengkulu terus berlanjut. Dipimpin Ustaz Ibnu Ali Harakan, dakwah ini berlangsung di Ruang Tahanan Polres Bengkulu, Selasa (17/12/2019).

Roby, sang mubaligh yang menyampaikan ceramah menguraikan tentang berbagai nikmat yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia.

“Di dunia ini ada bermacam-macam nikmat, seperti nikmat kecil maupun nikmat yang besar. Nikmat harta benda itu adalah nikmat kehidupan dunia yang sangat kecil di bandingkan nikmat rahmat Allah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, di dalam kehidupan dunia, seorang muslim tidak pernah lepas dari rahmat Allah azza wa jalla yang luas, dalam bentuk kucuran nikmat-nikmat yang tiada putus.

“Anugerah dan nikmat ilahi yang diperolehnya pun amat beragam, nikmat kesehatan, keselamatan, rezki dan nikmat-nikmat dunia lainnya. Maka, dalam hal ini, orang kaya dan orang miskin sama-sama merasakan nikmat dari Tuhan mereka,” jelasnya.

Pada zaman dahulu, kata Roby, ada seorang raja yang mempunyai kekuasaan serta harta yang berlimpah.

“Tetapi raja tersebut sakit tidak bisa buang angin, dan dibuatlah pengumuman siapa yang bisa menyembuhkan raja akan diberikan tahta. Kemudian ada seorang ulama yang mampu menyembuhkan raja dan raja tersebut memberikan janjinya. Namun ulama menolak tawaran tersebut, karena ulama menjelaskan sungguh rendah apabila saya menerima imbalan tersebut, karena imbalan tersebut setara dengan kentut,” urainya.

Ia menambahkan, karunia dan kenikmatan berharga yang membuat hati riang-gembira biasa dipahami manusia dalam bentuk kenikmatan duniawi yang melimpah dan karunia yang banyak.

“Seperti gaji yang meningkat, bonus kendaraan, lahirnya buah hati yang dinanti-nanti, kesembuhan dari penyakit setelah sekian lama menerpa tubuh dan lain-lainnya. Padahal Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki pandangan lain tentang nikmat yang berharga dan lebih utama yang sepatutnya diteladani oleh umat Islam. Nikmat yang dimaksud tertuang dalam hadits dari Anas radhiyallahu anhu yang mengatakan, tidaklah Allah menganugerahkan kenikmatan apapun pada seorang hamba, lalu ia mengucapkan alhamdullilah, kecuali apa yang Dia berikan lebih utama daripada apa yang ia terima,” demikian Roby.

Dalam kesempatan ini, para tahanan tampak antusias mendengarkan materi ceramah. Para tahanan diberikan motivasi untuk tidak sedih dan risau dengan cobaan yang datang dan menjadikannya sebagai ujian dari Allah agar para tahanan tersebut dapat dekat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. [Soprian]