PedomanBengkulu.com, Seluma – Guru honorer di Kabupaten Seluma saat ini berjumlah sedikitnya 750 orang, dan tersebar di PAUD, SD, dan SMP. Kesejahteraan dari upah yang diterima setiap bulannya, masih menjadi impian guru honorer yang belum terwujud sampai saat ini.

Pasalnya, setiap bulan guru honorer hanya menerima upah dari mulai dari Rp. 250 ribu hingga Rp 500 ribu perbulannya, dan dibayarkan tiap tiga bulan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma dari Fraksi Gerindra, Okti Fitriani  mendukung guru honorer untuk mendapat kenaikan upah, setara dengan gaji honorer di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Memang dari tahun lalu kami minta guru honorer itu digaji setidak tidaknya setara dengan honorer di OPD. Jangan mereka dianak tirikan, masyarakat bangsa inikan sangat tergantung dengan guru, kalau gurunya tidak diberikan penghargaan dan kesejahteraan bagaimana mereka ini bisa maksimal memberikan pendidikan kepada anak anak” jelas Okti, Minggu (1/12/2019).

Akan tetapi Okti mengaku, DPRD tidak punya cukup waktu untuk membahas penambahan upah guru honorer, saat pembahasan RAPBD 2020 kemarin.

“DPRD pada kesempatan dalam pembahasan itu, diberi waktu sangat sedikit, jadi kami tidak leluasa untuk meneliti RAPBD itu lebih lengkap. Sebetulnya yang pas itu kalau eksekutif atau TAPD itu menyampaikan ke DPRD itu tepat waktu, maka kami punya kesempatan yang panjang untuk membahas untuk meniliti, sebelum dijadikan KUA-PPAS” jelas Okti. [IT2006]