PedomanBengkulu.com, Seluma – Mediasi dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma terhadap calon kepala desa Tumbuan, yang belum menerima hasil pemilihan kepala desa yang dilaksanakan pada (7/11/2019) lalu. Mediasi dipimpin asisten I Setda Seluma Mirin Ajib, di ruang rapat Bupati Seluma, Rabu (4/12/2019).

Usai pertemuan, calon kepala desa yang kalah, Hadi Kisworo tetap bersikukuh menolak hasil penghitungan suara, dan meminta pemungutan suara diulang antaranya dirinya dengan calon kades pemenang Marzuki.

“Untuk menentukan kepala desa terpilih memang sebaiknya pemilihan ulang, pemilihan tahap kedua, karena dengan kondisi seperti ini jika dipaksakan (Marzuki) terpilih mungkin kurang aman,” jelas Hadi Kisworo, ditemui usai mediasi, Rabu (4/12/2019).

Kendati demikian, Hadi mengatakan belum akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kalau masalah itu masih berfikir fikir, karena keputusan finalnya belum ada, saya perlu berunding dulu dengan keluarga,” jelas Hadi Kisworo.

Asisten I Setda Seluma, Mirin Ajib mengatakan, proses penertiban SK Marzuki sebagai kades terpilih sedang diajukan ke Sekretaris Daerah, dan masih memerlukan pelengkapan berkas.

“Sudah kami pelajari, panitia sudah menetapkan kades terpilih. Pembuatan SK prosesnya tetap berjalan, karena ada protes ini tetap kami ajukan keberatan. Kalau mereka masih belum menerima silakan menempuh jalur hukum,” jelas Mirin Ajib.

Adapun protes dilakukan calon kades, karena Marzuki ditetapkan sebagai pemenang pilkades meski dari hasil pemungutan suara yang draw. Berdasarkan peraturan Bupati, Marzuki dinyatakan sebagai pemenag karena memiliki suara lebih banyak di dapil dusun domisilinya, yakni 385 suara di dusun III. Sedangkan Hadi Kisworo mendapat suara di dapil dusun domisilinya sebanyak 322 suara di dusun I. [IT2006]