Tampak Kades Suan didepan Lokasi Embung Desa Sukau Datang I Kecamatan Pelabai Kabupaten Lebong

PedomanBengkulu.com, Lebong – Selain bertujuan menjaga kebutuhan air untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Pembangunan Embung Desa melalui anggaran Dana Desa (DD) Desa Sukau Datang I Kecamatan Pelabai, kedepannya Embung Desa ini bakal dikembangkan menjadi kawasan Wisata. Pengelolaannya akan diserahkan ke BUMDes, dengan bertujuan menghidupkan perekonomian masyarakat kawasan Embung dan juga menambah pendapatan desa.

Untuk diketahui, Embung Desa Sukau Datang I memang dibangun secara bertahap dalam kurun 3 tahun terakhir. Dimulai tahun 2017, kemudian dilanjutkan tahun 2018 dan anggaran tahun 2019. Pembangunan secara bertahap itu dilakukan, karena anggaran Dana Desa (DD) juga harus mengcover sejumlah pembangunan infrastruktur lainnya didesa setempat.

Bahkan, Pemdes Sukau Datang I pada tahun 2020 kembali akan menganggarkan DD untuk pembangunan Embung Desa, selain menyelesaikan pembangunan tahap akhir, juga untuk melengkapi fasilitas yang difokuskan juga untuk pengembangan wisata kawasan Embung.

“Tahun 2020, kita masih akan anggarkan sebagian dana desa untuk pembangunan Embung tahap akhir. Selain untuk irigasi persawahan, Embung ini juga untuk penampung serapan air. Untuk menjaga kekeringan air disaat musim kemarau, apalagi warga kami secara umum menggunakan sumur galian untuk sumber air bersih,” ungkap Kades Sukau Datang I Suan ketika membuka pembicaraan kepada PedomanBengkulu.com saat bersama menyambangi Embung Desa Sukau Datang I Minggu pagi (8/12/19).

Dilanjutkan Suan, jika secara keseluruhan pembangunan Embung nantinya sudah selesai, maka pihaknya akan melimpahkan kepada BUMDes desanya, untuk mengelola Embung menjadi kawasan wisata.

Diakui Suan, pembangunan Embung Desa memang harus dibangun secara bertahap, karena didesanya juga masih memerlukan sejumlah infrastruktur pendukung ekonomi desa. Seperti Jalan Usaha Tani, Drainase dan beberapa program pemberdayaan lainnya.

“Makanya agak lambat karena kita tidak anggarkan langsung selesai dalam satu tahun anggaran. Saya optimis, dengan hasil kerja tahun 2019 dan akan dirapikan kembali pada tahun 2020, maka Embung Desa akan menjadi dua fungsi. Pertama untuk penampung air irigasi dan yang kedua untuk pengembangan pariwisata,” demikian Suan. [Supriyadi]