Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Ma’as Syabirin Thaher, ST, MT

PedomanBengkulu.com, Kota Bengkulu — Situasi di lokasi pembangunan Proyek Alun Alun Kota Bengkulu samping Masjid At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas nampak lengang dan sepi tanpa ada satupun aktifitas dari para pekerjanya.

Usut punya usut, ternyata sudah empat hari pekerja proyek Alun-alun senilai Rp 21 miliar itu melakukan aksi mogok kerja lantaran gaji mereka selama empat minggu belum dibayar oleh kontraktor pelaksana yakni PT Karya Duta Mandiri.

“Kedepannya kalau mereka itu, terutama pemborong yang mampu membayar kita, kita akan kerja lagi. Kita ini off sekedar menuntut supaya gaji kita cepet dikeluarkan biar kita bisa kerja lagi,” kata Heri salah seorang pekerja proyek tersebut, Kamis (5/12/2019).

Terkait hal tersebut, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Ma’as Syabirin Thaher, ST, MT mengatakan pihaknya sudah menghubungi pihak rekanan untuk segera menyelesaikan masalah tukang agar segera dibayarkan.

Dalam waktu dekat permasalahan tersebut segera teratasi.

“Jadi kita tunggu, mungkin besok dia (rekanan) ke Bengkulu,” ucap Ma’as Syabirin Thaher.

Dilansir sebelumnya dalam kontrak proyek tersebut dikerjakan selama 150 hari kerja.

Sedangkan pagu anggaran pembangunan Alun Alun sebesar Rp22 miliar, namun dalam kontrak pelaksanaannya sebesar Rp20 miliar lebih dan dikerjakan oleh PT Karya Duta. [Anto]