Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Gedung Kejaksaan Negeri Rejang Lebong yang dibangun Pemda Rejang Lebong pada tahun 2018 yang lalu di Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang, ditolak oleh Kajari Rejang Lebong, Conny Tonggo Masdelima SH MH .

“Sampai sekarang memang belum ada serah terima dari pemda Rejang Lebong, Saya sendiri secara lisan sudah menyampaikan kepada Bupati agar gedung tersebut tidak usah diserahkan ke Kejaksaan,” Kata Conny, Senin (16/12/2019).

Penolakan gedung baru Kejaksaan tersebut, karena Kajari menilai banguan baru yang dibangun Pemda RL tersebut lokasinya terlalu jauh dari perkotaan dan pusat pemerintahan. Sedangkan pembanguan gedung baru itu sendiri menelan dana miliaran rupiah dan saat ini, kondisinya telah ditumbuhi semak belukar. Kondisi banguan sendiri cukup megah dan dibagian depan banguan sudah dipasang merek Kejaksaan Negeri Rejang Lebong.

“Lokasi kantor yang dibanguan tersebut cukup jauh dari kota dan tentunya tidak efektif kalau kita juga berkantor disana, selain itu tidak pas juga kalau kantor kita digabungkan dengan kantor dinas. Kantor kejaksaan yang ada sekarang ini sudah pas karena berada diperkotaan dan juga berdekatan dengan Polres,” Kata Conny.

Kajari menyampaikan, jika Pemkab Rejang Lebong masih tetap akan membantu, Kejaksaan saat ini masih membutuhkan bangunan untuk rumah dinas untuk Kajari dan para kasi serta ruang untuk barang bukti dan tilang.

Untuk diketahui, Pemkab Rejang Lebong membangun gedung baru untuk Kejaksaan di Kelurahan Simpang Nangka menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) 2018 sebesar Rp7.107.770.000 rupiah, meski telah dipasang lambang Kejaksaan, gedung tersebut ditolak pihak Kejaksaan.

Berdasarkan pantauan, gedung itu sendiri memang lokasinya kurang strategis, pasalnya selain berjauhan dengan kantor saat ini, gedung baru itu berada di belakang bangunan ruko Sub Terminal Agribisnis (STA) Simpang Nangka. [Julkifli Sembiring]