Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu tahun 2019, Kamis (26/12/2019).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu tahun 2019 selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, Gubernur Rohidin Mersyah memastikan ketersediaan pangan di Provinsi Bengkulu benar-benar terjamin sehingga tidak ada gejolak harga ditingkat konsumen.

Menurut Gubernur Rohidin, pertahanan pangan merupakan salah satu unsur dari ketahanan nasional disamping ketahanan energy dan pertahanan dan keamanan agar Negara kita berdaulat, kuat dan tahan dari serangan bangsa lain.

“Kita juga ingin membahas rantai distribusi, harga di tingkat petani termasuk juga komunikasi dalam menyampaikan informasi ke masyarakat tentang kondisi harga pangan agar tidak terjadinya gejolak di masyarakat,” sampai Gubernur Rohidin, Kamis (26/12/2019).

Dijelaskannya, guna menciptakan ketahahan pangan itu konsepnya tidak begitu rumit namun pada tahapan implementasinya yang kompleks sekali, sehingga muncul Badan Ketahanan Pangan yang sifatnya koordinatif dan operasionalnya menyasar semua sektor.

“Sederhana sebenarnya menciptakan ketahan pangan itu, yang pertama harus memiliki variabel data yang valid tentang ketersediaan produksi pangan, kemudian data konsumsi perkapita pangan, distribusi pangan serta adanya komunikasi untuk menyampaikan informasi tentang ketersedian pangan kepada publik,” sambung Rohidin.

Terkait isu tentang harga produk pangan ditangan petani yang murah dan ditangan konsumen tinggi, menurut Gubernur Rohidin, hal itu bisa diatasi jika akses transportasi jalan untuk mengangkut hasil bumi lancar. Seperti yang sedang diupayakannya kini, dengan membangun akses jalan pada sentra produksi petani, yang dapat menekan biaya operasional.

Sedangkan untuk menaikan produk pangan lokal, dirinya menegaskan untuk membentuk satgas pangan lokal serta surat edaran tentang adanya ketersediaan pangan lokal disetiap kegiatan OPD.

“Sehingga produksi pangan lokal kita dapat terangkat kepermukaan, yang pada akhirnya akan menaikan harga pangan ditangan petani kita,” jelas Rohidin.

Rakor ini dihadiri badan ketahanan pangan kementerian pertanian RI beserta rombongan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, para asisten dan staf ahli dilingkup Pemprov Bengkulu, unsur Forkompinda Provinsi yang diikuti para bupati/wali kota se-Provinsi Bengkulu, kelompok tani, bulog, satgas pangan, BPJS, komisi II DPRD Provinsi serta anggota dewan ketahanan Provinsi Bengkulu. [Mario]