PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Pasca berakhirnya kepengurusan Federasi Panjat Tebing Indonesia Cabang Rejang Lebong, periode 2015-2019. FPTI Rejang Lebong melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda), Minggu (15/12/2019).

Dari hasil Musda tersebut, Guntur Utama Jaya yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum, kembali terpilih secara aklamasi. Terpilihnya kembali Guntur sebagai ketua umum tidak terlepas atas kebehasilan pembinaan yang dilakukanya pada periode sebelumnya. Ia menorehkan berbagai prestasi dengan mempersembahkan 7 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu di ajang Porprov.

Atletnya juga berhasil memperkuat Provinsi Bengkulu dalam Kejuaraan Nasional kelompok umur dan berhasil menduduki peringkat 3 besar. Selain itu FPTI Rejang Lebong juga melahirkan pelatih bersertifikat level 1 dan juga salah seorang wasit asal Rejang Lebong berhasil menjadi National Technical Officer dalam Asian Games Jakarta Palembang lalu.

Senada, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Rejang Lebong Khirdes Lapendo Pasju mengatakan, kedepanya Dispora berharap pengurus juga bisa melakukan pembinaan adminitrasi sehingga tidak terjadi permasalahan dalam pengelolaan dana yang dimiliki.

“Kita mengapresiasi prestasi yang sudah dicapai oleh FPTI Rejang Lebong, dimana atlet-atlet yang dibina sudah menorehkan berbagai prestasi, kedepanya utuk kepengurusan FPTI kita harapkan juga bisa melakukan pembinan terhadap pengelolan administrasi sehingga apa yang diraih oleh atlit tidak cacat karena masalah administrasi. Saya berharap Musda ini berjalan dengan baik dan menghasilkan pengurus yang baik juga,” kata Khirdes.

Pengurus KONI Rejang Lebong turut mengapresisai prestasi-prestasi yang sudah diraih atlet FPTI Rejang Lebong dan berharap prestasi yang sudah ditorehkan bisa lebih ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.

“Di Era kepengurusan FPTI yang sekarang, atlet panjat tebing Rejang Lebong cukup diperhitungkan dan pembinaan bibit atlet juga berjalan dengan baik. Di tahun 2018 yang lalu dalam ajang Porprov Bengkulu atlet FPTI mempersembahkan 8 medali. Ini tentunya membanggakan bagi Rejang Lebong dan perestasi ini juga terus berkembang terutama untuk atlet usia dini sudah ikut membanggakan Rejang Lebong dengan meraih prestasi. Tentunya dengan apa yang sudah diperoleh oleh atlet ini tidak terlepas dari kinerja Pengurus FPTI ini dan harapan kita, kepengurusan FPTI yang dihasilkan melalui Musda ini bisa lebih baik,” kata Bendahara KONI Rejang Lebong Rianto.

Di tempat yang sama Sekretaris FPTI Provinsi Bengkulu, Ari Slyder mewakil ketua umum FPTI Provinsi yang membuka Musda FPTI Rejang Lebong, juga menyampaikan Apresiasi kepada pengurus FPTI Rejang Lebong. Ia mengatakan bahwa pembinana atlet yang dilakukan pengurus sudah berjalan dengan baik.

“Dari 10 kepengurusan FPTI kabupaten kota, Rejang Lebong menjadi perhatian serius FPTI Provinsi Bengkulu, hal ini karena FPTI Rejang Lebong cukup serius dalam mengembangkan olahraga panjat tebing ini dan juga menorehkan prestasi tingkat provinsi maupun nasional,” kata Ari.

Ketua Umum terpilih, Guntur Utama Jaya sendiri menyampaikan bahwa Ia masuk menjadi ketua, tidak familiar dengan olahraga panjat tebing ini, namun dengan dukungan pengurus lainnya, FPTI Rejang Lebong dapat dikenal dan menorehkan prestasi.

“Di balik olahraga ini cukup banyak potensi yang dikembangkan seperti mepromosikan daerah, pariwisata, kepemudaan, pemanfaatan potensi daerah non-ekplorasi melalui olahraga minat khusus, kemanusiaan, kebencanaan dan konservasi,” kata Guntur.

Guntur juga menyampaikan bahwa kedepanya kepengurusan FPTI Rejang Lebong selain fokus melakukan pembinaan atlet dan organisi juga berupaya memperbanyak kegiatan perlombaan dan berupaya merangkul seluruh stakeholder
sehingga olahraga panjat tebing ini bisa lebih membumi di Rejang Lebong.

“Pengurus harus bisa merangkul club ataupun pencinta alam untuk bergabung dalam FPTI sehingga potensi yang kita miliki bisa lebih berkembang. Sekarang ini FPTI baru menaungi lima club di Rejang Lebong. Ke depan harapan kita keanggotaan bisa semakin banyak, baik dari kampus maupun sekolah-sekolah di Rejang Lebong,” kata Guntur. [Julkifli Sembiring]