PedomanBengkulu.com, Kepahiang — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepahiang menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi Pembangunan Jalan Lapen dan TPT (Tembok Pelapis Tebing) di Desa Embong Sido Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang yang Bersumber dari APBDes Desa Embong Sido tahun 2017 lalu setelah menerima berkas perkara dari penyidik Polres Kepahiang, Senin (9/12/2019).

Ketiga tersangka yang kini resmi naik status sebagai terdakwa tersebut yaitu M selaku Kepala Desa (Kades) Desa Embong Sido, DH selaku Bendahara Desa Embong Sido, dan AR selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Embong Sido. Mereka ditahan selama 20 hari kedepan oleh JPU di Rutan Kelas IIB Curup untuk memudahkan proses penuntutan.

Kepala Kejari Kepahiang Lalu Syaifudin, melalui Kasi Pidsus Rusydi Sastrawan, saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima pelimpahan tiga tersangka bersama berkas perkaranya dari penyidik Polres Kepahisn atas kasus tersebut. Dalam kasus tersebut ketiga terdakwa diduga telah merugikan uang negara sekitar 270 juta rupiah.

Setelah menerima pelimpahan tersebut JPU selanjutnya akan menyusun berkas perkara terdakwa untuk di persidangan. Sementara untuk kerugian negaranya sendiri akan dikaji lagi apakah terdakwa akan mengembalikan atau tidak. Dan jika tidak dikembalikan maka jaksa akan melakukan tindakan seperti penyitaan aset terdakwa dan lain sebagainya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Untuk kerugian negara masih dikaji apakah para terdakwa memiliki itikad baik untuk mengemblikan atau tidak, dan jika ada kekurangan pengembalian maka kami melakukan tindakan-tindakan lainnya,” kata Rusydi.

Kapolres Kepahian AKBP Pahala Simanjuntak melalui Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
Aipda Yussel Arfan mengatakan dalam perkara tersebut selain menahan tiga tersangka, pihaknya juga menyita satu unit mobil jenis Avanza dan satu unit rumah.

“Kedua barang bukti tersebut hasil penyelidikan merupakan aset yang dibeli dari uang hasil korupsi yang dilakukan mereka,” terang Yussel. [Anto]