Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Masih ingat dengan tindakan pemerkosaan dan pembunuhan yang menyebabkan meningalnya korban YN 14 Tahun Siswa SMP di Padang Ulak Tanding yang terjadi pada 2 April 2016 yang lalu?

Salah seorang terpidana yang juga otak tindakan biadab tersebut yakni Zainal alias Bos (23) divonis hakim dengan hukuman mati. Namun eksekusi terhadap Zainal ini masih terganjal karena pihak keluarga terpidana mengajukan pengampunan alias grasi kepada Presiden agar hukuman mati diubah menjadi hukuman seumur hidup. Diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Conny Tonggo Masdelima SH,.MH melalui Kasi Pidum Erianto, Jumat (6/12/2019) pihaknya masih menunggu pengajuan grasi yang dilakukan oleh pihak keluarga terpidana.

“Hak-hak terpidana ini tidak bisa kita abaikan, beberapa waktu lalu kita sudah melakukan wawancara dengan terpidana dan keluarganya dan mereka menyatakan mengajukan pengampunan (Grasi) kepada Presiden agar hukuman mati tersebut diubah menjadi hukuman seumur hidup, permohonan telah disampaikan dan secara berjenjang ke Mahkamah Agung, nah putusan grasi ini belum turun sehingga kita belum bisa mengambil tindakan,” kata Erianto.

Sedangkan satu terpidana mati lainnya yakni atas nama Jamhari Muslim alias Ari bin Syafei usia 36 tahun, telah divonis hukuman mati oleh PN Curup pada 24 Juli 2019, karena telah terbukti membunuh mantan istrinya dan 2 orang anak tirinya tengah mengajukan kasasi ke MA, bertujuan agar vonis mati yang diterima menjadi penjara seumur hidup.

“Terpidana Jamhari ini sebelumnya sudah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bengkulu dan Hakim Pengadilan Tinggi menguatkan vonis hukuman mati yang dijatukan pengadilan Negeri Curup. Sekarang ini terpidana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan kita sendiri dari Kejaksaan telah menyampaikan Kontra memori kasasi atas upaya tersebut, kita masih menunggu Putusan MA ini,” ujar Erianto.

Sekadar mengingatkan, majelis hakim Pengadilan Negeri Curup, Bengkulu, pada 2016 menjatuhkan hukuman mati kepada salah seorang pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yn, siswi SMP Negeri 5 Padang Ulak Tanding. Dalam putusannya, hakim menyatakan, Zainal alias Bos (23) terbukti memerkosa dan membunuh Yn. Vonis itu sama dengan tuntutan jaksa. Lima terdakwa dewasa pemerkosa, Tomi Wijaya alias Tomi (19), Mas Bobi alias Bobi (20), M Suket (19), Faizal Eldo Syaisah (19), mendapatkan hukuman setimpal dengan vonis 10 tahun. Sementara itu, sejumlah pelaku berusia di bawah umur mendapatkan vonis rehabilitasi di Jakarta di bawah pengawasan Kementerian Sosial. Saat ini Zainal alias Bos, otak pelaku tindakan biadab itu, menanti eksekusi hukuman mati.

Sedangkan Jamhari dihukum mati oleh majelis hakim pengadilan NNeger Curup karena melakukan pembunuhan mantan istrinya atas nama Hasnatul Laili (35), dan dua anaknya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10) pada pada 14 Januari 2019 lalu. [Julkifli Sembiring]