PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu akan memanggil pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang menguji kendaraan menyangkut status Bus PO Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang yang mengalami kecelakaan di Lematang Indah Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam Sumatera Selatan dua hari lalu.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu Solihin Adnan saat dikonfirmasi, Rabu (25/12/2019) mengatakan, pemangilan itu untuk mengetahui sistem administrasinya, Kir-nya, laik jalan, Standar Operasional Prosedur (SOP) Dishub Kota Bengkulu dalam fungsi pengawasan terhadap PO-PO yang menyangkut keselamatan penumpang.

“Kita akan stresing di situ, nah SOP apa yang diterapkan Dishub Kota dalam konteks pembinaan selaku regulator, apakah secara periodik mereka speksi armada-armada itu. Sehingga hal-hal seperti ini (kecelakaan) bisa terhindar itu paling penting. Kalau itu tidak jalan kita akan evaluasi dan sampaikan ke Pemerintah Daerah Kota Bengkulu supaya menindak tegas dan mengevaluasi kinerja Dishub,” terang Solihin Adnan.

Misalnya, sambung Solihin Adnan, dalam hal ini ditemukan kelalaian maka pihak terkait harus bertanggung jawab. Karena menurutnya persoalan ini sangat-sangat serius yang menyangkut keselamatan manusia.

“Kalau ada kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan itu kita minta Dishub dan pihak terkait dengan ini bertanggungjawab baik secara hukum, moril maupun materil,” jelas Solihin Adnan.

Solihin Adnan mengungkapkan, pihaknya menanyakan fungsi pengawasan Dishub terhadap angkutan transportasi darat. Pasalnya, dalam kecelakaan tersebut, lanjut Solihin Adnan, meskipun bus sudah berumur 20 tahun tetapi dikatakan karena faktor laik jalan kecelakaan itu terjadi.

“Kita akan memastikan tidak adanya faktor kelalaian di situ dan kita memastikan bahwa fungsi pengawasan SOP dan prosedur yang dilakukan Dishub sudah jalan. Kita akan jadwalkan besok, Kamis (26/12/2019) kita panggil,” tegas Solihin Adnan. [Anto]