PedomanBengkulu.com, Seluma – Inflasi dialami Provinsi Bengkulu pada tahun 2019, termasuk di Kabupaten Seluma. Bank Indonesia mencatat, pada tahun 2019 ini inflasi year on year mencapai 3,1 persen dibanding tahun sebelumnya inflasi year to date 2,31 persen.

Salah satu komoditas yang menyumbang inflasi yakni dari bahan makanan, yakni pada komoditas cabai merah. Peningkatan inflasi yang disumbangkan cabai merah sudah terjadi sejak pertengahan 2019.

“Yang paling berpengaruh masih cabai merah, karena sumbangannya di inflasinya termasuk yang paling besar dari bahan makanan, ada juga daging sapi dan ayam. Cabai merah memang dari petengahan tahun meningkatnya” jelas Kanit Fungsi Asessement Ekonomi dan Surveillance Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Supriyadi usai menghadiri rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Bupati Seluma, Jum’at (6/12/2019).

Supriyadi menambahkan, untuk mengatasi inflasi ini, harus ada upaya menjamin ketersediaan bahan makanan hingga akhir tahun.

“Beberapa komoditas masih harus diperhatikan, sepeeti cabai merah meskipun sekarang trend-nya menurun, untuk Seluma yang penting adalah menjamin ketersediaan bahan makanan, karena bahan makanan ini yang punya bobot terbesar di keranjang indeks harga konsumen,” papar Supriyadi.

Adapun rapat TPID sendiri dihadiri perwakilan Bulog Wilayah Bengkulu, Badan Pusat Statistik, dan jajaran kepala OPD di Kabupaten Seluma. [IT2006]