PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Mahasiswa yang tergabung dalam aksi peduli lingkungan melakukan unjuk rasa langsung di depan Gerbang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara Bengkulu tepatnya di Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut menuntut perusahaan PLTU Batubara Bengkulu menutup aktivitasnya dan bertanggung jawab atas pencemaran limbah batu bara di sepanjang Pantai Panjang Bengkulu.

Koordinator aksi, Elekusman mengatakan, aksi yang dilakukan pihaknya tersebut menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pencemaran limbah batubara yang diduga milik PLTU Batubara Bengkulu.

“Kami dari organisasi mahasiswa yang tergabung bersama Cipayung Plus, di dalamnya ada HMI dan IMM menyampaikan aspirasi rakyat, di sini kami menjelaskan kajian yang memang benar bahwa PLTU ini akan mengancam masa depan,” kata Elekusman.

Berharap kendepannya tidak lagi ada pencemaran laut oleh PLTU Batubara apalagi biota laut yang dilindungi sekarang sudah banyak ditemukan dalam keadaan mati membusuk.

Dikatakannya, jika memang nantinya apa yang menjadi tuntutan mereka tidak mendapat respon ataupun segel penutup dari mahasiswa dibuka oleh PLTU, maka mereka segera menggelar aksi kembali.

“Tuntutan kami dalam aksi ini ada tiga, yang pertama meminta kepada PLTU bisa bertanggung jawab atas kematian hewan laut yang dilindungi, meminta pihak PLTU menindak dan mengevaluasi penyaringan pembuangan limbah PLTU tersebut. Yang ketiga itu PLTU harus mengentikan pekerjaannya sampai batas waktu yang ditentukan. Jika aksi hari ini tidak di indahkan kami akan menurunkan massa dengan jumlah lebih besar,” papar Elekusman.[Mario]